WADAH ISLAMI

💝 Hakikat Cinta Pada Baginda Rasulullah

*ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู*Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Winnet.id, Inspirasi Islami – Ahlus-Sunnah wal-Jamaah sepakat tentang wajibnya mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melebihi kecintaan dan pengagungan terhadap seluruh makhluk Allah Subhanahu wa Taโ€™ala.

Akan tetapi dalam mencintai dan mengagungkan beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak boleh melebihi apa yang telah ditentukan syariat, karena bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam seluruh perkara agama akan menyebabkan kebinasaan.

Tidak boleh seseorang melakukan perbuatan atau ibadah yang Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak contohkan, apalagi mengatakan bahwa perbuatan itu termasuk โ€œCintaโ€ kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam?! Karena hakikat cinta kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah dengan ittibaโ€™ bukan dengan berbuat bidโ€™ah.

Cinta kepada Allah dan RasulNya merupakan ibadah yang paling mulia. Sedangkan dalam beribadah kepada Allah, tidak boleh seorang Muslim melakukan perbuatan bidโ€™ah, karena bidโ€™ah dilarang dalam agama. Orang yang mengadakan sesuatu yang baru dalam agama, maka perbuatannya tertolak, tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆู’ุฑู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽู€ุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูŒ

“Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bidโ€˜ah, dan setiap bidโ€˜ah itu adalah sesat.” [HR. Ahmad]

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ููู€ูŠู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูฐุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏู‘ูŒ

“Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam urusan agama kami yang tidak ada contohnya (dari kami), maka ia tertolak.” [HR. Bukhari]

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏู‘ูŒ

“Barang siapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

🗞️ Diringkas dari http://almanhaj.or.id/content/4192/slash/0/hakikat-cinta-nabi-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-salla-antara-sunnah-dan-bidah/

Sumber: Grup WA Kajian Dakwah Islami

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: