PT.INDO WINMEDIA GRUP
SITUS WEB PORTAL/PLAFORM DIGITAL

Rencana Pembangunan Tempat Pengelolaan Limbah B3,Komisi II Deprov Minta OPD Punya Data Analisis.

0

WINNET.ID – Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo melakukan kunjungan lapangan Di TPA Talumelito, selasa (09/02/2021).

Pada kunjungan lapangan ini, jajaran Komisi II Deprov mengecek kesiapan lahan untuk pembangunan gedung Limbah B3 yang nantinya akan dijadikan lokasi pengelolaan limbah tersebut.

Espin tulie selaku Ketua Komisi II Deprov Gorontalo menjelaskan, bahwa sebelum mewujudkan hal ini, Pemerintah Daerah Gorontalo harus memiliki data Analisis berapa banyak limbah B3 yang di produksi oleh instansi layanan kesehatan.

” Bangunan ini menggunakan anggaran APBN sebesar 10 miliar,termasuk di dalamnya penyediaan alat inseminator, jadi sebelum dilakukan pekerjaan Pemerintah daerah dalam hal OPD yang membidangi persampahan limbah B3 sudah memiliki data analisis,”. Jelasnya.

Ia juga mengatakan, Komisi II Deprov mendorong Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan Provinsi Gorontalo, agar pembangunan Limbah B3 ini segera dilaksanakan sebab
Sampai dengan hari ini, semua limbah B3 yang berada di Provinsi Gorontalo masih menggunakan pihak ketiga (perusahaan) yang berada di surabaya untuk mengelolah limbah B3 dengan cara dikirim, padahal jika ini dikelolah oleh daerah maka akan menjadi salah satu pendapatan asli daerah.

 

” Melalui kunjungan komisi ini kami berharap ada rapat dengar pendapat bersama mitra terkait, agar ini di dorong secepat mungkin untuk direalisasikan” tambah espin yang merupakan politisi PDIP parlemen.

Menurutnya Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya lima provinsi yang mendapat anggaran dari pusat untuk pembangunan limbah B3,salah satunya Gorontalo dimana untuk anggaran ini sudah di sediakan pada tahun 2020,namun adanya covid-19, anggaran tersebut direfocusing. Sehingga di tahun 2021 di anggarkan kembali.

” Tahun lalu sudah di anggarkan,namun karena ada refocusing, maka nanti tahun ini baru di anggarkan,” ungkap espin.

Dengan adanya bangunan limbah B3, semua limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit di provinsi gorontalo dapat terkelola dengan baik,apalagi kita ketahui dengan adanya pandemi covid-19 ini pasti banyak limbah B3 yang dihasilkan, contohnya jarum suntik yang di gunakan pada saat vaksinasi.

“Sesuai data yang diperoleh Komisi II Deprov, rumah sakit Aloe saboe setiap harinya limbah B3 nya sebanyak 800 kilogram,itu baru satu rumah sakit.
Harus di garis bawahi, limbah B3 tidak sembarangan dibuang, sehingga sangat perlu di bangun lab lingkungan dan bangunan limbah B3,” tuturnya.

Ditambahkan pula, selain limbah B3 untuk pengelolaan persampahan di talumelito, diharapkan pengelolaan harus kepada instansi atau OPD yang memiliki tupoksi tersebut. Pengelolaan persampahan ada di OPD dinas lingkungan hidup, namun UPTD nya ada di dinas PU,mengacu pada permendagri 90 tahun 2019, yang seharusnya pengelolaan sampah itu ada dilingkungan hidup,kami dorong ini untuk di buat PT3D agar menjadi pengelolaan sampah di dinas lingkungan hidup.

Leave A Reply

Your email address will not be published.