Menu

Mode Gelap

Bolmong Utara WITA

LSM Penjara Soroti Penyaluran BLT dan Pungutan Partisipasi Pembangunan Masjid Desa Pontak


					LSM Penjara Soroti Penyaluran BLT dan Pungutan Partisipasi Pembangunan Masjid Desa Pontak Perbesar

Silahkan di Share Yach

winnet.id – Lembaga Swadaya Masyarakat, Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) menanggapi mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ada di Desa Pontak, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.

 

Menurut Jul Kifli Tamera selaku anggota LSM Penjara, dirinya mengatakan bahwa, ada beberapa masyarakat Desa Pontak, yang keberatan akan uang partisipasi pembangunan Masjid Desa Pontak yang pemungutannya diberikan nominal dan jangka waktu.

 

“Jadi, ada beberapa masyarakat yang mengeluh ke saya. Mereka, mengatakan bahwa mereka keberatan dengan tindakan Kepala Desa Pontak (Sangadi) yang meminta uang partisipasi, tapi nominalnya ditentukan dan diberikan jangka waktu,” ucap Jul Kifli Tamera.

 

Sehingganya, menurut Jul Kifli, seharusnya uang partisipasi maupun sumbangan, seharusnya tidak ada paksaan ataupun diberikan jangka waktu.

 

Disisi lain, DH selaku masyarakat Desa Pontak, mengatakan bahwa dirinya keberatan dengan tindakan Kepala Desa Pontak yang langsung menagih uang partisipasi saat penyerahan BLT.

 

“Saya sangat keberatan dengan tindakan Sangadi Desa Pontak, yang menagih uang partisipasi pembangunan masjid saat saya menerima BLT,” ujar DH.

 

Sehingganya kata DH, dirinya langsung memberikan BLT tersebut ke Kepala Desa tersebut dengan secara terpaksa.

 

Tidak hanya DH, RM juga selaku masyarakat Desa Pontak juga mengaku bahwa seharusnya dalam meminta partisipasi kepada masyarakat tidak seharusnya dituntut, terlebih saat menerima BLT.

 

“Saya juga keberatan dengan tindakan itu, karena yang namanya partisipasi maupun sumbangan, itu seharusnya tidak ada paksaan ataupun tuntutan,” tegas RM.

 

Akan tetapi, saat dikonfirmasi oleh awak media winnet.id, Kepala Desa Pontak, Badria Buhang, mengatakan bahwa tidak ada pungutan ataupun paksaan kepada masyarakat untuk uang partisipasi tersebut.

 

“Tidak ada paksaan maupun tuntutan saya kepada masyarakat dalam meminta uang partisipasi itu, apalagi saat penerimaan BLT, karena saat melakukan penyaluran BLT saya mengundang APH, baik Babinsa maupun Kamtibmas,” ucap Badria Buhang.

 

Akan tetapi, disisi lain Badria juga membenarkan bahwa memang ada jangka waktu yang telah ditentukan untuk melunasi uang partisipasi tersebut.

 

“Memang benar ada jangka waktu yang saya berikan kepada masyarakat untuk melunasi uang partisipasi tersebut, yaitu selama tiga bulan,” ucap Badria.

 

Namun, terkait masalah paksaan dan jangka waktu tersebut, LSM Penjara mengatakan akan menindaklanjuti hal tersebut. Karena, menurut mereka dalam pungutan partisipasi maupun sumbangan, itu tidak boleh ada paksaan maupun jangka waktu.

Artikel ini telah dibaca 515 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

WAR! Special Ketupat, Tiket Konser Judika: Hanya 98 Ribu!

15 April 2024 - 05:00 WITA

Buka Bersama DPD PJS Gorontalo, Ketua: Jang Tako, Pukul!

6 April 2024 - 20:48 WITA

Kejaksaan Tinggi Gorontalo Gelar Pasar Murah Ramadhan

2 April 2024 - 20:28 WITA

Dharma Wanita Sekretariat Deprov Gorontalo Bagi Sembako ke Petugas Kebersihan.

1 April 2024 - 12:40 WITA

Speed Faster Gorontalo Bagikan 200 Paket Menu Takjil Saat Buka Puasa.

31 Maret 2024 - 13:52 WITA

Sambut Ramadhan 1445H/2024 Setwan Deprov Gelar Halal Bi Halal.

8 Maret 2024 - 15:10 WITA

Trending di Advetorial