Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD Provinsi GorontaloJurnalis Warga

UMKM Scale Up Provinsi Gorontalo Di Jakarta Butuh Tambahan Anggaran.

65
×

UMKM Scale Up Provinsi Gorontalo Di Jakarta Butuh Tambahan Anggaran.

Sebarkan artikel ini

WINNET.ID JAKARTA – Hari terakhir kunjungan komisi gabungan di SMESCO Jakarta. SMESCO merupakan Paviliun Kantor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) yang didalamnya memiliki sistem penjualan produk 34 Daerah, salah satunya Stand Provinsi Gorontalo. Keseluruhan stand tersebut didanai dengan anggaran APBN.

Pantauan komisi Gabungan tersebut, UMKM Scale Up Provinsi Gorontalo masih tergolong sangat memprihatikan,dimana masih minimnya produk daerah yang diperjualbelikan,padahal saat ini produk UMKM di Gorontalo sangat banyak.

Adapun produk yang di pasarkan hanya berupa pakaian karawo, kopiah karanji,tas krawang,syal serta kain permeter sulaman karawo.

Komisi Gabungan DPRD Provinsi

Gorontalo merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui dinas terkait untuk bisa menganggarkan stand scale up Gorontalo di SMESCO Jakarta melalui anggaran APBD.

Hal tersebut diungkapkan Nasir Majid, Anggota Komisi Gabungan DPRD Provinsi Gorontalo usai mengunjungi SMESCO, paviliun Kantor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), yang didalamnya memiliki sistem penjualan produk 34 Daerah, salah satunya Stand Provinsi Gorontalo.

“Kami berharap ada etalase-etalase untuk produk kecil atau makanan khas Gorontalo yang juga di promosikan disini,” kata Nasir Majid, Sabtu (9/10/2021).

Kedepan, lanjut Nasir, seluruh stakeholder

yang ada di Provinsi Gorontalo produk-produk lain dari Gorontalo selain Karawo dan Upia Karanji di SMESCO.

“Yang bisa kita lakukan adalah seluruh elemen-elemen di Provinsi Gorontalo, berkenan untuk mempromosikan produk kita di SMESCO ini,” ungkapnya.

Nasir juga berharap, ada Koperasi yang bisa diajak bekerja sama untuk membeli produk dari UMKM di Gorontalo yang kemudian dijual di SEMSCO.

“Saat ini kan masih sistem konsinyasi, mana yang laku itu dibayar. Harapannya itu tidak dilakukan lagi. Ada Koperasi yang mengelola dengan membayar semua barang yang dikirim, agar teman-teman pelaku UMKM yang modalnya sedikit bisa terbantukan,” pungkas Nasir.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *