WINNET – Program pengembangan kelurahan di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, mulai diarahkan pada penanganan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya perbaikan saluran drainase, kebersihan lingkungan, serta sejumlah kebutuhan sosial warga.
Pemerintah Kecamatan Kota Selatan menyebut pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Adhan Dambea, S.Sos., S.H., M.A. dan Wakil Wali Kota Indra Gobel. Kebijakan tersebut diarahkan agar dana pengembangan kelurahan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Camat Kota Selatan, Abd. Karim Panu, mengatakan sejumlah pekerjaan drainase saat ini mulai dilaksanakan di lima kelurahan, yakni Limba B, Limba U I, Limba U II, Biawao dan Biawu.
“Dari sekitar 65 titik saluran dengan total panjang 15.550 meter, penanganannya dilakukan secara bertahap melalui program kelurahan,” kata Karim.
Menurut Karim, salah satu persoalan yang mendapat perhatian berada di Kelurahan Limba U II. Saluran yang sebelumnya tersumbat menyebabkan aliran air tidak berjalan normal dan berpotensi meluap ke badan jalan.
Kondisi tersebut kini mulai ditangani melalui program kelurahan dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum.
“Penanganan serupa juga dilakukan di sejumlah titik lainnya. Di Biawao, misalnya, terdapat saluran yang telah lama mengalami pendangkalan dan penyumbatan. Material penutup saluran dibongkar agar aliran air kembali berfungsi,” ujar Karim.
Ia menilai keberlanjutan program pengembangan kelurahan penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur lingkungan yang sebelumnya belum tertangani akibat keterbatasan anggaran.
“Dengan adanya program pemerintah kota, saluran dan infrastruktur yang sebelumnya belum ter-cover anggaran mulai bisa ditangani secara bertahap,” jelasnya.
Selain drainase, program pengembangan kelurahan juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat lainnya, termasuk pembangunan jamban dan fasilitas lingkungan.
Dengan anggaran sekitar Rp200 juta pada masing-masing kelurahan, pengerjaan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.
Karim juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga saluran yang telah dibersihkan. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke dalam drainase dapat kembali menyebabkan penyumbatan dan mengurangi manfaat pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.
Persoalan persampahan juga menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Kota Selatan. Karim mengatakan wilayahnya merupakan salah satu kawasan pusat aktivitas ekonomi di Kota Gorontalo sehingga volume aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Berbagai upaya melalui koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk menjaga pelayanan persampahan.
“Untuk mendukung pelayanan, saat ini terdapat satu dump truck yang diperkuat lima kendaraan getor, masing-masing satu unit di setiap kelurahan. Syukurnya, pelayanan persampahan sejauh ini masih berjalan dan belum menimbulkan persoalan berarti,” ucap Karim.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Karim berharap kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban retribusi persampahan terus meningkat. Menurutnya, penerimaan dari pajak dan retribusi menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Selain persoalan infrastruktur dan lingkungan, Pemerintah Kecamatan Kota Selatan juga memberikan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan.
Di wilayah Kecamatan Kota Selatan terdapat sejumlah lansia yang mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan melalui koordinasi dengan puskesmas dan BAZNAS.
Kelurahan melakukan pendataan terhadap warga yang membutuhkan perhatian, kemudian menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak kecamatan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Dalam penyaluran bantuan sosial, pemerintah kecamatan juga menjalankan kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo terkait pembinaan terhadap penerima bantuan yang diketahui terlibat dalam aktivitas seperti judi online maupun konsumsi minuman keras.
“Penanganan tersebut diarahkan sebagai bentuk pembinaan agar bantuan pemerintah benar-benar digunakan untuk kebutuhan keluarga dan tidak disalahgunakan,” kata Karim.
Persoalan keselamatan lingkungan juga menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Kota Selatan menyusul sejumlah kejadian pohon tumbang, termasuk insiden di kawasan Gelora Nani Wartabone yang menimpa beberapa kendaraan.
Karim mengatakan pendataan kondisi pohon di wilayah kecamatan dinilai penting untuk mengidentifikasi pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Pendataan kami nilai penting agar pohon yang berisiko dapat ditangani sebelum tumbang dan menimbulkan kerugian maupun membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.
Secara umum, Pemerintah Kecamatan Kota Selatan menyatakan pelaksanaan program pengembangan kelurahan berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Program tersebut diharapkan terus mendapat dukungan masyarakat sehingga kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam pembenahan lingkungan, infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Karim kembali mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah.
“Terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fungsi saluran drainase di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

















