WINNET.ID – Aksel Mopangga memberikan klarifikasi atas tuduhan yang beredar di media sosial terkait dugaan dirinya melakukan pemerasan, ancaman kekerasan, dan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berinisial NAP. Melalui pernyataannya, Aksel menegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan.
Dalam keterangannya, Aksel menjelaskan empat poin utama sebagai tanggapan atas tuduhan tersebut.
1. Terkait Tuduhan Pemerasan
Aksel membantah keras tudingan bahwa dirinya melakukan pemerasan terhadap seorang perempuan berinisial NAP. Ia mengungkapkan bahwa uang yang diberikan kepadanya merupakan pemberian langsung dari yang bersangkutan, dan bukan hasil pemaksaan.
“Saya tidak pernah memerasnya. Uang itu diberikan olehnya secara sukarela, bahkan sebagian diantaranya untuk anak saya. Bukti transfer tersebut juga telah saya kembalikan secara tunai kepada yang bersangkutan,” ujar Aksel.
Ia menambahkan, selama berada di Kota Makassar, seluruh kebutuhan akomodasi dan komunikasi difasilitasi oleh NAP. “Bahkan saya juga diberikan sebuah telepon genggam selama di Makassar agar tidak diketahui oleh istri saya,” tambahnya.
2. Terkait Tuduhan Ancaman Kekerasan
Menanggapi isu ancaman kekerasan, Aksel menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, justru dirinya yang menerima ancaman dari NAP.
“Saya tidak pernah mengancam siapa pun. Justru NAP yang pernah mengancam akan memberitahukan hubungan kami kepada istri saya,” jelasnya.
3. Terkait Tuduhan Pelecehan Seksual
Sementara itu, Aksel juga membantah tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa hubungan yang terjadi antara dirinya dan NAP bersifat suka sama suka.
“Tuduhan pelecehan seksual itu tidak benar. Hubungan kami terjadi atas dasar saling suka dan merupakan hubungan layaknya pacaran,” terang Aksel.
4. Terkait Tuduhan Penyekapan
Aksel juga mengklarifikasi kabar yang menyebut keluarganya melakukan penyekapan terhadap NAP. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.
Menurut Aksel, NAP datang sendiri dari Kota Makassar ke Gorontalo tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ia bahkan sempat menghubungi adik Aksel untuk menjemputnya di Bandara Djalaluddin Gorontalo dengan imbalan uang Rp100.000 dan pengisian bahan bakar mobil milik Aksel — hal yang dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya.
“Adik saya hanya menjemput karena diminta tolong. Saat dalam perjalanan, NAP tidak mau turun di rumahnya sendiri dan justru meminta dibawa ke rumah orang tua saya,” ujar Aksel.
Setibanya di rumah orang tua Aksel, NAP beralasan hanya ingin menumpang menginap selama satu hingga dua hari karena orang tuanya sedang berada di Manado. Orang tua Aksel pun mengizinkan dengan itikad baik.
Namun, selama berada di rumah tersebut, NAP diketahui sering keluar pagi dan pulang malam menggunakan sepeda motor milik adik Aksel, dengan alasan berkunjung ke teman-temannya di Limboto.
“Selama ia berada di rumah orang tua saya, saya sama sekali tidak pernah bertemu dengannya karena saya tinggal terpisah dan sedang mendampingi istri saya yang hamil besar,” tutur Aksel.
Aksel menegaskan bahwa tuduhan penyekapan terhadap dirinya dan keluarganya tidak berdasar karena kehadiran NAP ke rumah orang tuanya merupakan keinginannya sendiri.
Ajak Publik Tidak Terprovokasi
Melalui klarifikasi ini, Aksel Mopangga berharap agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar di media sosial. Ia mengimbau agar semua pihak dapat menunggu proses klarifikasi dan fakta hukum yang sebenarnya.
“Saya berharap publik tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi. Mari kita hormati proses hukum dan gunakan media sosial dengan bijak,” pungkas Aksel.
Pewarta : Tim Redaksional

















