GORONTALO UTARA, — Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan monitoring terkait kesiapan pemerintah desa menghadapi kondisi kekeringan pada musim kemarau di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (1/10/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor Desa Ilangata dan diterima langsung oleh Kepala Desa Ilangata bersama jajaran pemerintah desa.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Poha, hadir didampingi sejumlah anggota Komisi I. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta langkah yang telah disiapkan pemerintah desa dalam mengantisipasi dampak kekeringan.
Berdasarkan hasil monitoring, Desa Ilangata yang terdiri dari 11 dusun, terdapat tiga dusun yang mengalami kekeringan cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.
Pemerintah Desa Ilangata telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut, di antaranya dengan membuat sumur bor, menyediakan tempat penampungan air, serta menyiapkan jalur distribusi air menggunakan mesin pompa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Poha, mengatakan langkah yang dilakukan pemerintah desa perlu mendapat perhatian dan dukungan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah desa yang telah menyediakan fasilitas tersebut,” ujar Fadli.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya membutuhkan langkah jangka pendek, tetapi juga perlu dipikirkan solusi yang lebih berkelanjutan sehingga masyarakat tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan air setiap musim kemarau.
Fadli berharap pemerintah desa bersama pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi dalam penanganan kekeringan, termasuk memastikan sarana penyediaan dan distribusi air dapat berfungsi secara optimal.
“Kami berharap langkah yang sudah dilakukan ini bisa terus diperkuat. Jika kondisi semakin parah, tentu pemerintah daerah harus hadir memberikan dukungan, sehingga masyarakat tidak sampai mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.
Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo juga mendorong agar kondisi tiga dusun yang terdampak kekeringan menjadi perhatian dalam penyusunan langkah penanganan berikutnya, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Monitoring tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan sekaligus menjadi bahan bagi DPRD dalam mendorong kebijakan dan dukungan anggaran yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

















