Hais Ayuwa Tampung Keluhan Warga soal Ketidaksesuaian Data Desil dalam Reses di Lupoyo

banner 120x600
banner 468x60

WINNET – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Gorontalo A, Hais Ayuwa, melaksanakan kegiatan reses tatap muka bersama masyarakat Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, serta warga dari wilayah Limboto dan Limboto Barat, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Hais Ayuwa, Desa Lupoyo, Kabupaten Gorontalo.

Dalam dialog bersama masyarakat, salah satu aspirasi yang mengemuka adalah keluhan terkait penentuan data desil kesejahteraan masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi riil warga.

Sejumlah warga mengungkapkan kebingungan terhadap penetapan kategori desil yang menjadi salah satu dasar dalam penentuan sasaran penerima bantuan sosial. Mereka menilai terdapat ketidaksesuaian antara kategori desil yang diperoleh dengan kondisi kehidupan sehari-hari.

Salah seorang warga bahkan mencontohkan dirinya yang berada pada Desil 6, tetapi masih mengalami kesulitan ekonomi dan hidup dalam kondisi pas-pasan. Persoalan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dan dibahas lebih lanjut di DPRD agar penentuan data kesejahteraan masyarakat benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hais Ayuwa menjelaskan bahwa proses pendataan masyarakat yang dilakukan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) melibatkan sejumlah pertanyaan mengenai kondisi rumah tangga, mulai dari kepemilikan barang elektronik, pembayaran listrik, kendaraan bermotor hingga jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

Menurutnya, masyarakat terkadang belum memahami bahwa informasi yang disampaikan dalam proses pendataan tersebut menjadi bagian dari basis data yang digunakan dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Hais juga menilai pentingnya pemahaman masyarakat terhadap proses pendataan dan penetapan desil, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait kategori kesejahteraan maupun peluang memperoleh bantuan sosial.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat mengenai ketidaksesuaian data desil perlu menjadi perhatian bersama, terutama agar pendataan dan penetapan kategori kesejahteraan dapat lebih akurat serta mencerminkan keadaan masyarakat yang sesungguhnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, Hais Ayuwa berharap berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi serta diperjuangkan melalui mekanisme DPRD, sehingga kebijakan dan program pemerintah dapat semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Reses menjadi momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *