Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahDPRD Provinsi GorontaloHealthJurnalis WargaProvinsi Gorontalo

Tragedi Kemanusiaan Menelan Korban Jiwa: Puskesmas Telaga Dikecam Komisi 4

957
×

Tragedi Kemanusiaan Menelan Korban Jiwa: Puskesmas Telaga Dikecam Komisi 4

Sebarkan artikel ini

WINNET.ID, Kabupaten Gorontalo – Betapa sulitnya pengalaman hidup yang dihadapi oleh Arif Ismail, warga desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Dengan berat hati, ia menceritakan pengalaman traumatis saat istrinya, Nur Hayati Pipi, kehilangan nyawanya karena penyakit sesak nafas.

Pengalaman itu diceritakannya melalui media sosial Facebook disertai kritikan terhadap pelayanan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas Telaga, yang dinilainya sebagai penyebab kematian istrinya itu.

Di Postingan itu, Arif menceritakan kronologi kejadian yang meninggalkan trauma terhadapnya atas perlakuan petugas kesehatan di Puskesmas Telaga.

“Selasa (28-11-2023) pukul 01.30 pagi, istri saya dianfal sesak nafas, lalu langsung saya bawa ke puskesmas Telaga. Sesampai UGD puskesmas pukul 01.45 pagi, yang seharusnya buka 1×24 jam, justru pintu UGD tertutup dan dikunci.” tulis Arif di Postingan Facebook.

Pelayanan kesehatan
Screenshoot postingan Arif Ismail

“Saya coba cari perawat atau dokter di ruangan istirahat, ruangan mereka dikunci. Tapi saya melihat 2 pasang sendal didepan pintu ruangan. Saya coba mengetuk pintu itu, tapi tidak ada respon.” sambungnya.

Saat istrinya mulai mengalami sesak napas, Arif semakin panik, serta terjebak dalam suasana yang tak manusiawi. Tidak seorangpun perawat yang membukakan pintu apalagi memberikan pertolongan.

“Saya berteriak didepan puskesmas memanggil dokter dan perawat, tapi tetap sama, hasilnya tidak ada yang merespon. Sementara saya melihat ada motor dan mobil yang terparkir di parkiran puskesmas, namun tidak ada satupun yang merespon.” tulisnya.

Ketika tidak direspon oleh petugas puskesmas, Arif berinisiatif melarikan istrinya ke rumah sakit terdekat, Rumah Sakit Islam, Kota Gorontalo, dibantu seorang pengemudi bentor yang sempat memberikan pertolongan kepada pasangan suami istri itu.

Namun malam itu menjadi mimpi buruk bagi Arif, usaha itu terhenti ketika detak jantung sang istri mulai melemah dan akhirnya berhenti, ketika berada tepat di depan UGD Rumah sakit Islam.

“Akhirnya saya memilih membawa istri saya ke rumah sakit Islam, dibantu pengemudi bentorĀ  yang sebelumnya membantu.” jelasnya lagi, dalam postingan FB.

Pelayanan Kesehatan
Lanjutan Screenshoot postingan Arif Ismail

“Diperjalanan menuju rumah sakit Islam, detak jantung saya mulai melemah, dan sesampainya di rumah sakit islam sekitar pukul 02.34 pagi, di depan UGD, istri saya langsung diperiksa dokter dan perawat, dan dokter bilang telah meninggal dunia.” tambahnya.

Merespon postingan yang beredar, Kepala Puskesmas Telaga, Meliana Panter, memberikan klarifikasi, dan membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Arif Ismail.

Dalam pembelaannya, sebagaimana yang telah diberitakan oleh media online gopos.id (02/12), Meliana mengungkapkan bahwa pada setiap jaga malam, paling tidak ada 4 petugas yang berjaga. Dua di antaranya ditempatkan di Unit Gawat Darurat (UGD), sementara dua petugas lainnya bertugas di ruang persalinan.

Pelayanan Kesehatan
(foto Istimewa: Abing/gopos.id) Kepala Puskesmas Telaga, Meliana Panter.

“Ketika yang bersangkutan datang, dua petugas jaga di UGD sedang keluar untuk menukar tabung oksigen yang sudah kosong,” ungkap Meliana, memberikan sudut pandang dari pihak puskesmas terkait peristiwa yang menciptakan kegaduhan ini.

Peristiwa tragis di Puskesmas Telaga ini memicu respon serius dari berbagai pihak, termasuk Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo. Komisi 4 memberikan pernyataan tegas terkait insiden kemanusiaan ini yang merenggut nyawa warga Kabupaten Gorontalo ini.

Melalui sambungan telepon, saat dikonfirmasi sikap Komisi 4 terkait masalah ini, anggota Komisi, Adnan Entengo, mengecam kejadian tersebut sebagai kelalaian serius dalam pelayanan kesehatan.

“Kami sangat prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Puskesmas Telaga. Ini merupakan cerminan kekurangan dalam sistem pelayanan kesehatan di Gorontalo.” ucap Adnan Entengo.

Pelayanan kesehatan
Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo

Ia juga turut memberikan pandangannya terhadap kejadian ini. Ia menekankan perlunya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksigapan dalam memberikan pertolongan.

“Kami mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo untuk segera mengambil tindakan dan meninjau kembali protokol pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut,” sambung Politisi Partai PKS itu

Selain itu, Komisi 4 juga berencana akan menggelar rapat bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, untuk membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil, termasuk mengevaluasi Pelayanan kesehatan di Puskesmas Telaga, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Komisi 4 berkomitmen untuk menjaga hak dan kesejahteraan masyarakat, serta akan terus mengawal perkembangan investigasi terkait peristiwa tragis ini. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *