WINNET.ID Gorontalo – Dalam rapat internal, Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, dibahas sejumlah isu penting yang menjadi sorotan publik di Provinsi Gorontalo belakangan ini.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah kasus perawat yang meninggalkan Puskesmas Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), yang hanya dengan meninggalkan memo di saat banyak pasien membutuhkan pelayanan medis.
Anggota Komisi 4, Adnan Entengo, menjelaskan bahwa rapat internal tersebut merupakan hasil dari tindak-lanjut dari kunjungan pihaknya terhadap aspirasi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang telah disampaikan kepada komisi 4 sebelumnya.
Baca juga: Meski Sudah Selesai, Proyek Irigasi di Tolinggula Tuai Kritikan dari Warga Setempat
“Salah satu fokus rapat adalah dinamika yang terjadi di Puskesmas Kecamatan Anggrek yang sempat viral di media sosial. Namun, ini hanya salah satu dari beberapa hal yang dibahas dalam rapat hari ini,” ucap Adnan. (06/05/24)
Selain itu, kata Adnan, rapat ini juga membahas terkait kunjungan komisi 4 ke berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan klinik, yang terkait dengan dukungan pemerintah provinsi dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan penanganan kasus stunting.

“Kami sudah menyampaikan hal itu di komisi 4 terkait kunjungan ke fasilitas kesehatan,” tambah Politisi PKS tersebut.
Adapun terkait dengan kasus perawat yang viral di media sosial terkait pelayanan di Puskesmas Anggrek, Adnan Entengo mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan kunjungan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Namun, hingga saat ini, kasus tersebut masih menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut, Komisi 4 berencana untuk mengundang pihak terkait, dan akan meminta DPRD Kabupaten Gorontalo Utara untuk menindaklanjuti melalui rapat dengar pendapat (RDP),” pungkasnya.
Baca juga: Pansus Aset Daerah DPRD Provinsi Gorontalo Mulai Lirik Spot Wisata Kuliner Baru, Kaishimaru
Rapat internal Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo tersebut menunjukkan komitmen mereka untuk menghadirkan solusi yang tepat terhadap isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.
Dengan adanya rapat ini, diharapkan langkah-langkah konkret dapat segera diambil untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di daerah tersebut dan menyelesaikan kasus-kasus yang membutuhkan penanganan serius.


















