Target 2027, Pemprov Gorontalo Perkuat Sinergi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan sedikitnya 50 persen pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat terealisasi pada 2027. Program strategis nasional ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, hingga dukungan sarana penangkapan dan distribusi hasil perikanan.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Pemerintah Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, yang mewakili Gubernur Gorontalo pada penutupan kegiatan Pembekalan Mitra Pembangunan dalam Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027, di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo, Kamis (29/10/2026).

Risjon menegaskan, pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota harus memberikan dukungan maksimal agar program tersebut berjalan sukses. Menurutnya, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program strategis nasional yang sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukung program ini. Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program unggulan yang harus kita sukseskan bersama,” tegas Risjon.

Ia menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan seluruh ekosistem pendukung, mulai dari infrastruktur, SDM, kelembagaan nelayan, hingga optimalisasi pemanfaatan fasilitas dari hulu ke hilir.

Karena itu, pemerintah daerah diharapkan memastikan seluruh komponen pendukung tersedia agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

Terkait kesiapan lokasi, Risjon menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Gorontalo telah mengusulkan calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat. Beberapa wilayah yang disebut antara lain Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya Kecamatan Tolinggula dan Anggrek, serta wilayah Pohuwato dan Boalemo.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, terdapat 40 lokasi yang telah menyelesaikan tahapan penetapan lokasi dan diusulkan kepada kementerian terkait.

“Kita menargetkan minimal 50 persen sudah terbangun pada 2027. Kalau bisa lebih dari itu, tentu akan lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Risjon menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung program tersebut melalui penyiapan lahan dan penguatan sarana pendukung bagi nelayan. Pemerintah daerah juga memiliki dukungan terhadap penyediaan armada penangkapan ikan, termasuk kapal berukuran 3 hingga 10 gross tonnage (GT).

Menurutnya, penentuan calon lokasi harus mempertimbangkan sejumlah kriteria penting. Di antaranya, jumlah komunitas nelayan yang memadai, posisi lokasi yang strategis, kemudahan akses pemasaran dan distribusi hasil perikanan, serta status lahan yang jelas dan tidak bermasalah.

Risjon menambahkan, lahan milik pemerintah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Skema dukungan tersebut juga sejalan dengan pemanfaatan aset pemerintah untuk pembangunan fasilitas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, Risjon berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *