WINNET.ID – Pengembangan 40 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Gorontalo akan mengedepankan kebutuhan masyarakat pesisir melalui survei independen. Langkah ini dilakukan agar program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan potensi, keinginan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat nelayan.
Keterlibatan organisasi non-governmental organization (NGO) bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan, survei, hingga perencanaan pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Tim Leader UNG, Dr. Mulis, menjelaskan bahwa keterlibatan pihak kampus dan NGO memiliki peran dalam memastikan proses survei berjalan secara independen. Terlebih, program tersebut menyasar kawasan yang memiliki karakteristik dan potensi perikanan tangkap.
Menurutnya, survei tidak sekadar melihat kebutuhan pembangunan fisik atau infrastruktur yang dijanjikan, melainkan menggali secara langsung apa yang menjadi keinginan masyarakat di masing-masing desa.
“Survei ini sebenarnya menekankan apa keinginan masyarakat di situ. Bukan hanya melihat pembangunan infrastruktur, tetapi bagaimana keinginan masyarakat, bagaimana pengembangannya, dan bagaimana keberlanjutannya,” jelas Mulis.
Ia mengungkapkan, proses pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai dengan pendataan masing-masing desa, kemudian dilanjutkan tahap kedua berupa survei lapangan.
Selanjutnya, tahap ketiga adalah penyusunan perencanaan pengembangan kawasan berdasarkan hasil survei dan kebutuhan masyarakat setempat. Setelah seluruh tahapan tersebut diselesaikan, program akan memasuki proses peresmian hingga operasional.
Mulis menyebutkan, terdapat 40 desa yang menjadi lokasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Gorontalo.
Sebarannya meliputi Kabupaten Pohuwato sebanyak tujuh desa, Kabupaten Boalemo sembilan desa, Kabupaten Gorontalo enam desa, Kabupaten Gorontalo Utara dua desa, Kabupaten Bone Bolango 12 desa, serta Kota Gorontalo empat desa.
Dari total 40 titik tersebut, sebanyak 16 titik menjadi pendampingan NGO, sementara 24 titik lainnya ditangani oleh WNG.
Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak dalam program ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat pesisir.
Dengan demikian, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo diharapkan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas dan infrastruktur semata, tetapi mampu menciptakan kawasan perikanan yang produktif, berkembang, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat nelayan.















