Limonu Hippy Soroti Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah, Perusahaan Diminta Prioritaskan Warga Lokal

banner 120x600
banner 468x60

POHUWATO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, menyoroti komitmen perusahaan dalam penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Pohuwato. Ia menilai, kehadiran investasi di daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

‎Limonu mengungkapkan, berdasarkan data ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, penyerapan tenaga kerja di perusahaan masih didominasi oleh pekerja dari luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesempatan kerja bagi masyarakat lokal belum sepenuhnya terpenuhi.

‎Padahal, perusahaan sebelumnya memiliki komitmen untuk merekrut 80 persen tenaga kerja lokal. Selain itu, Peraturan Daerah Kabupaten Pohuwato juga mengatur komposisi tenaga kerja dengan ketentuan 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen tenaga kerja dari luar daerah.

‎Menurut Limonu, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pihak perusahaan. Sebab, masih terdapat kesenjangan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar daerah dalam memperoleh kesempatan bekerja.

‎“Komitmen perusahaan untuk merekrut tenaga kerja lokal belum bisa dimaksimalkan. Jangan sampai persoalan ketenagakerjaan seperti ini terus menjadi sumber keributan di daerah kita,” tegas Limonu.

‎Ia berharap perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan investasi dan keuntungan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap daerah tempat perusahaan beroperasi.

‎Menurutnya, kontribusi riil perusahaan harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap masyarakat lokal, penciptaan lapangan kerja, serta upaya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

‎“Kami berharap komitmen perusahaan benar-benar nyata. Kehadiran perusahaan harus memberikan kenyamanan bagi daerah. Bagaimana perusahaan berkontribusi kepada daerah dan tenaga kerja, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujarnya.

‎Limonu menegaskan, berbagai persoalan tersebut disampaikan sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan agar lebih serius menjalankan komitmen terhadap daerah.

‎Ia berharap ke depan tidak ada lagi kesenjangan dalam kesempatan kerja antara masyarakat lokal dan tenaga kerja dari luar daerah. Dengan demikian, investasi yang hadir di Kabupaten Pohuwato benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *