WINNET.ID – Rapat Paripurna ke-64 DPRD Provinsi Gorontalo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Gorontalo digelar khidmat pada Jumat (5/12/2025) di Ruang Paripurna DPRD, Jalan Sapta Marga, Kota Gorontalo. Peringatan seperempat abad provinsi ini berlangsung semarak dengan balutan adat dan tradisi lokal yang mendominasi seluruh rangkaian acara.
Sejak memasuki halaman kantor DPRD, tamu undangan disambut dekorasi adat khas Gorontalo. Rumbai-rumbai dari daun kelapa muda dan bambu kuning menghiasi pelataran, menciptakan suasana penyambutan tradisional yang hangat. Pintu masuk gedung pun didesain menyerupai gapura adat, menegaskan identitas budaya daerah sejak langkah pertama para tamu.
Memasuki lobi utama, lantunan lagu-lagu daerah yang dibawakan penyanyi lokal mengalun syahdu. Tembang-tembang nostalgia tersebut menambah nuansa haru dan kebanggaan pada momen bersejarah perjalanan Provinsi Gorontalo.
Busana Karawo Warnai Ruang Paripurna
Begitu memasuki ruang paripurna, nuansa adat semakin kuat terasa. Para anggota DPRD, Forkopimda, kepala daerah, dan tamu undangan kompak mengenakan busana Karawo—kain sulaman khas Gorontalo yang kini menjadi identitas budaya resmi daerah. Ornamen ruangan pun dipenuhi corak dan warna tradisional yang memperkuat aura perayaan.
Di meja pimpinan sidang, lima tokoh daerah tampil menonjol dengan balutan busana Karawo. Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah kompak mengenakan Karawo berwarna ungu, memberi kesan anggun dan serasi. Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa memilih warna yang sama, sehingga memberikan visual harmonis di barisan pimpinan.
Sementara itu, Ketua DPRD Thomas Mopili dan Wakil Ketua La Ode Haimudin tampil berani dengan Karawo berwarna kuning, senada dengan identitas partai politik yang mereka wakili.
Kehadiran Anggota DPD RI dari Gorontalo, Rahmiyati Yahya, turut menambah kekhidmatan dan kehadiran tokoh-tokoh penting dalam perayaan HUT ini.
Ruang Paripurna Penuh Sesak
Tingginya antusiasme membuat Ruang Paripurna dipenuhi pejabat daerah dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Banyaknya tamu yang hadir menyebabkan sebagian peserta harus naik ke lantai dua untuk mengikuti jalannya sidang paripurna.
Perayaan HUT ke-25 ini menjadi momentum refleksi sekaligus simbol persatuan, ditandai dengan kuatnya representasi budaya lokal yang dihadirkan sejak awal hingga akhir acara.















