WINNET.ID, Provinsi Gorontalo – Dalam konteks dinamika hubungan antara DPRD Provinsi Gorontalo dan mitra media, terdapat langkah signifikan yang baru-baru ini diambil oleh Komisi 1 DPRD. Evaluasi terhadap 25 media, termasuk online, cetak, dan elektronik, telah menghasilkan keputusan mengejutkan yang akan membentuk paradigma baru dalam kemitraan media di DPRD Provinsi Gorontalo.
Proses evaluasi tidak hanya mencakup kualitas liputan media tetapi juga profesionalisme dan independensinya. Kriteria yang digunakan mencakup cakupan berita, keberimbangan, dan independensi dalam menanggapi isu-isu politik krusial di Provinsi Gorontalo.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Komisi 1 DPRD, Abdul Wahab Thalib, disimpulkan bahwa seluruh kontrak dengan 25 media, akan diputus pada akhir Desember 2023. Keputusan ini menjadi titik balik dalam hubungan antara DPRD dan mitra media.
Meskipun ada pemutusan kontrak, DPRD tetap membuka peluang bagi media yang ingin bekerja sama di tahun 2024 mendatang. Namun, dalam kontrak kerja sama yang baru tersebut ditetapkan kriteria baru, terutama dalam hal profesionalisme dan independensi, lebih ditekankan Komisi 1.
“Kedepan, media yang akan berkontrak kembali, akan kami lakukan tes disertai beberapa kriteria yang akan menjadi persyaratan yang harus disertakan, seperti kualitas berita, jumlah pembaca (viewers), jumlah pengikut media sosial, dan lain sebagainya.” jelas AW. Thalib, dalam wawancara usai kegiatan yang digelar di Restoran Miranti. (14/11/23)
Baca juga: Komisi 3 Berhasil Amankan Anggaran Triliunan untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan
“kita juga akan menekankan kepada media yang akan dating, dapat lebih profesional dan independent. Konten berita yang dipublikasi itu sifatnya berkembang dan bisa mengcover semua ya semua kegiatan-kegiatan yang ada di dewan, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik yang ada.” sambung AW. Thalib.
Meskipun diakui AW Thalib media yang saat ini bermitra dengan DPRD bersifat independen, keberimbangan dalam penyajian berita media-media tersebut tetap menjadi fokus evaluasi komisi 1 sejauh ini. Dan ditemukan bahwa terdapat sikap tebang pilih terhadap figur di DPRD.

Dalam konteks ini menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, independensi bukan hanya label, tetapi dibuktikan melalui sifat berkembangnya konten berita. Porsi ruang yang sama untuk 45 anggota DPRD, diharapkannya, menjadi sumber rujukan lain, bukan hanya orang-orang tertentu.
“Misalnya terkait dengan pasangan calon presiden, katakanlah hanya si A, yang partai pendukungnya ada di DPRD, anggota DPRD dari partai tersebut selalu dibuatkan beritanya, sementara calon yang lain, yang anggota partainya ada di DPRD, tidak pernah dibuatkan beritanya.” terangnya.
Baca juga: Problem Kanal Tanggidaa: Jabatan Kadis dan Kabid SDA PUPR-PKP Jadi Taruhan, Mundur atau Dipecat!
“Jadi maksud saya, independen di sini adalah dibuktikan dengan sajian berita dengan ruang dan peluang yang sama untuk semua pendukung-pendukung kontestan yang ada, sehingga memberikan porsi ruang yang sama, dengan juga tentunya muatan-muatan informasi yang sama kepada seluruh anggota DPRD.” Tambah AW. Thalib.
Selain itu, sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas jurnalisme, komisi 1 juga akan menerapkan reward bagi wartawan berprestasi. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan motivasi wartawan tetapi juga menggairahkan kehidupan jurnalistik, serta memastikan pembagian tugas yang jelas tetapi tidak mengikat seperti saat ini.
“Kemudian juga pembagian tugas ini harus juga secara jelas, tetapi tidak mengikat. Jadi tetap luwes. Artinya, media yang ditugaskan untuk meliput kegiatan komisi 1 misalnya, juga diberikan keleluasan untuk melakukan peliputan terhadap kegiatan komisi lain.” .” pungkas AW. Thalib.
“Sehingga dalam hal ini dapat menghadirkan fleksibelitas wartawan dalam publikasi kegiatan komisi-komisi di DPRD. Jadi artinya tidak terpatok pada penugasan yang sudah ditentukan oleh kehumasan di DPRD.” tutupnya.
Evaluasi Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo menandai perubahan signifikan dalam kemitraan media. Profesionalisme, independensi, dan keberimbangan menjadi kunci dalam menciptakan hubungan yang lebih kuat dan saling menguntungkan. (003)

















