banner 728x250

Minim Reagen! Operasional Laboratorium Puskesmas Telaga Tidak Maksimal

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID GORONTALO  Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, mengungkapkan keprihatinan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Telaga yang terhambat akibat minimnya dana kapitasi.

Menurut Sofyan, keterbatasan dana operasional Puskesmas menghambat optimalisasi fungsi laboratorium kesehatan dan pelayanan secara keseluruhan.

Menurut Sofyan Puhi, dana kapitasi yang merupakan sumber operasional utama Puskesmas yang terlalu kecil, membuat pihak Puskesmas kesulitan memaksimalkan pemanfaatan Laboratorium, karena tidak memiliki bahan-bahan kebutuhan Laboratorium.

Baca Juga: Surat Suara Tertukar: Warga Mencoblos Caleg yang Bukan Dapilnya

“Di operasional ini mereka ambil untuk bayar listrik, bayar air, bayar kebersihan dan segala macam. sehingga untuk membeli regen atau bahan-bahan cairan untuk kebutuhan laboratorium, mereka tidak mampu membeli itu, karena dana kapitasinya kecil,” ujar Puhi.

Dia juga menyoroti masalah pelayanan kepada pasien BPJS di luar domisili Kecamatan Telaga. Menurutnya, ini juga menjadi salah satu kendala yang menyebabkan dana kapitasi Puskesmas telaga semakin memburuk.

Puskesmas Telaga
(Foto Istimewa: Strano Project) Konser Jullie Beauty Fest, 27 April 2024, di Stadion Merdeka (eks- Gelanggang).

Puskesmas Telaga dituntut untuk harus melayani siapa pun yang membutuhkan tanpa memandang domisili, namun dana kapitasi yang terbatas membuatnya sulit menutupi biaya operasional pelayanan kesehatan, baik pasien asli maupun dari luar kecamatan Telaga.

“Pasien di sini banyak BPJS, yang pasti gratis! Belum lagi di sini banyak juga pasien yang di luar domisili Kecamatan Telaga yang menggunakan layanan kesehatan di Puskesmas Telaga, bahkan tidak sedikit yang menggunakan BPJS,” papar Puhi.

Baca Juga: Keluhan UMKM Bidang Jasa: Nanti Kita Bicarakan dengan Dinas Terkait!

Oleh Karena itu, Politisi Partai Nasdem ini menegaskan perlunya komunikasi antara Pihaknya dengan pemerintah daerah kabupaten Gorontalo, untuk mencari solusi terkait kompensasi dana kapitasi.

Meskipun aturan Konpensasi kapitasi tersebut tidak memungkinkan, penolakan pasien atau pemberlakuan aturan KTP bagi pasien juga, menurut Sofyan, lebih tidak manusiawi.

“Namun kondisi ini jika didiamkan, dapat mengancam keberlangsungan operasional Puskesmas Telaga,” tegas Sofyan.

“Maka dari itu kita butuh komunikasi dengan pemerintah daerah kabupaten Gorontalo. Karena ini adalah kewenangan pemerintah daerah kabupaten Gorontalo, tentang bagaimana pelayanan masyarakat di luar domisili Puskesmas Telaga ini. itu harus dikompensasi kapitasi-nya,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *