Winnet, Deprov Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Nasdem, Umar Karim, menanggapi viralnya kasus asusila yang melibatkan seorang siswa MAN di Gorontalo, yang berujung pada dikeluarkannya siswa tersebut dari sekolah. Umar menyayangkan keputusan sekolah, meski tidak membenarkan tindakan siswa tersebut.
“Saya menyerukan, pertama, kalau salah ya salah. Tapi kita harus menjaga masa depan anak-anak, terutama yang masih sekolah. Mereka harus menyelesaikan studi,” ujar Umar usai Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Gorontalo, Rabu (02/10/2024).
Umar Karim mengusulkan solusi agar siswa tersebut dipindahkan ke sekolah lain, bukan dikeluarkan secara mutlak, demi masa depannya.
“Boleh dia dikeluarkan dalam tanda kutip, dipindah ke sekolah lain, karena ini soal masa depannya. Kita harus melindungi anak-anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi siswa yang terlibat dalam kasus seperti ini.
“Perbuatannya memang tercela, tapi itu terpisah dari kewajiban kita untuk melindungi anak itu,” tambahnya.
Menurut Umar, pihak sekolah juga mendukung agar siswa tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tempat lain, bukan sepenuhnya dikeluarkan.

















