WINNET.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Monoarfa, melaksanakan kegiatan reses pada Senin (2/1/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Iloheluma, Dusun Botu Tomie, Kecamatan Anggrek.
Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan kepada wakil rakyat. Dalam pertemuan tersebut, warga menyuarakan persoalan serius terkait keberadaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dinilai telah berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Salah seorang warga menyampaikan harapan agar lahan HTI seluas kurang lebih 400 hektare dapat dikembalikan kepada masyarakat dan disertifikatkan secara resmi. Warga menuturkan bahwa lahan tersebut sebelumnya merupakan milik masyarakat setempat, namun pada tahun 2013 dialihkan kepada perusahaan HTI.
“Pengalihan itu berdampak pada pengambilan lahan milik sekitar 72 Kepala Keluarga. Bahkan sebagian warga mengalami penggusuran dan persoalan ini sempat berproses hingga ke pengadilan,” ungkap warga.
Menurut masyarakat, lahan tersebut memiliki tingkat kesuburan tinggi dan selama ini menjadi sumber penghidupan dengan berbagai komoditas unggulan seperti cengkeh, pala, rambutan, kelapa, hingga durian. Kehilangan lahan dinilai sangat mempengaruhi kondisi ekonomi warga.
Selain persoalan lahan, warga Dusun Botu Tomie juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar, khususnya permohonan bantuan pemasangan listrik gratis bagi sekitar 10 Kepala Keluarga yang hingga kini belum menikmati akses listrik secara layak. Keterbatasan listrik dinilai menghambat aktivitas harian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Aspirasi lain datang dari warga Desa Tolango yang mengeluhkan dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan HTI. Mereka menyebut banjir kerap terjadi dan diperparah dengan hanyutnya material dari kawasan perusahaan yang merusak lahan pertanian serta mengancam pemukiman warga.
Bahkan, warga menyatakan rencana pemblokiran jalan perusahaan HTI apabila tidak ada penyelesaian dan tanggung jawab dari pihak perusahaan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Di bidang ketenagakerjaan, masyarakat Desa Iloheluma mempertanyakan minimnya lapangan kerja bagi warga lokal. Aspirasi juga datang dari kalangan generasi muda yang menilai pembatasan usia dalam penerimaan tenaga kerja menjadi salah satu penyebab sulitnya memperoleh pekerjaan, meskipun banyak warga telah berstatus wisudawan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa mengajak masyarakat untuk terus memperkuat dan mengembangkan koperasi desa sebagai salah satu solusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, warga juga berharap adanya pembangunan tower jaringan telepon guna menunjang akses komunikasi dan informasi. Masyarakat turut menyoroti masih ditemukannya kasus stunting di desa tersebut dan meminta adanya perhatian serius serta program berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses ini telah kami catat dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak-pihak berwenang, demi mendorong penyelesaian permasalahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara,” ungkap politisi Partai NasDem tersebut.

















