banner 728x250

DPRD Gorontalo Tinjau Kesiapan PT AGIT sebagai Terminal Pelabuhan Internasional

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (PT AGIT), Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini dipimpin Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, bersama Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa, serta Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Mikson Yapanto, dan sejumlah anggota dewan.

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung kesiapan PT AGIT sebagai terminal pelabuhan internasional yang diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas ekspor dan impor melalui jalur laut, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian Gorontalo dan kawasan sekitarnya.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menegaskan keberadaan PT AGIT memiliki posisi strategis dalam mempercepat arus barang serta distribusi komoditas unggulan daerah. Menurutnya, pelabuhan ini mampu memberikan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan bagi para pelaku usaha.

“Dengan adanya PT AGIT, ekspor dan impor melalui jalur laut bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Gorontalo,” ujar Mikson.

Ia menjelaskan, manfaat keberadaan PT AGIT tidak hanya dirasakan Provinsi Gorontalo, tetapi juga daerah sekitar, seperti Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satu contoh konkret adalah rencana ekspor komoditas durian asal Buol ke pasar mancanegara.

“Durian dari Buol yang akan diekspor ke luar negeri nantinya dipastikan melalui PT AGIT. Kalau sebelumnya pengiriman bisa memakan waktu beberapa hari karena harus melalui pelabuhan lain, kini dapat dipangkas hanya sekitar satu hari,” jelasnya.

Selain durian, Mikson menyebut Gorontalo juga memiliki sejumlah komoditas unggulan yang siap menembus pasar ekspor, seperti cokelat, hasil perikanan, dan produk pertanian lainnya. Keberadaan PT AGIT dinilai membuka jalur distribusi yang lebih cepat dan terintegrasi.

“Cokelat dari Gorontalo, ikan tuna, serta komoditas lain kini bisa langsung diekspor melalui PT AGIT tanpa harus memutar ke daerah lain,” tegas Mikson.

Menurutnya, percepatan jalur ekspor tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, nelayan, dan pelaku usaha. PT AGIT juga dinilai berpotensi menjadi pusat logistik regional yang mampu menggerakkan ekonomi lintas daerah.

“Jika distribusi lancar, harga di tingkat petani dan nelayan bisa lebih baik. Perputaran uang terjadi di daerah, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi Gorontalo ikut tumbuh,” ujarnya.

Meski demikian, Mikson juga menyoroti pentingnya penambahan fasilitas pendukung, khususnya cold storage. Fasilitas tersebut dinilai krusial untuk menjaga kualitas komoditas ekspor agar tetap segar hingga tiba di negara tujuan.

“Kami berharap ke depan tersedia cold storage di kawasan PT AGIT, sehingga ikan, sayur, buah-buahan, dan hasil laut lainnya dapat bertahan lebih lama dan kualitasnya terjaga,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili menyatakan dukungan penuh lembaga legislatif terhadap pengembangan PT AGIT. Ia menilai pelabuhan internasional tersebut merupakan aset strategis daerah yang harus dimaksimalkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.

“PT AGIT harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. DPRD siap mendukung dari sisi kebijakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Gorontalo dan daerah sekitar,” kata Thomas.

Kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ini diharapkan dapat memperkuat peran PT AGIT sebagai gerbang ekspor-impor kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *