WINNET – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, menyambut positif terbentuknya Forum Media Parlemen Puncak Botu. Namun, dukungan tersebut disertai pesan tegas agar forum tidak membuat jurnalis kehilangan independensi maupun fungsi kontrol terhadap lembaga legislatif.
Menurut La Ode, keberadaan forum yang diinisiasi para pekerja media yang selama ini meliput aktivitas DPRD Provinsi Gorontalo merupakan langkah positif untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, sekaligus profesionalisme jurnalistik.
“Saya mendukung terbentuknya Forum Media Parlemen Puncak Botu. Kehadiran forum ini merupakan langkah positif untuk memperkuat kebersamaan, komunikasi dan koordinasi teman-teman media yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan DPRD Provinsi Gorontalo,” kata La Ode Haimudin di Gorontalo.
Meski demikian, La Ode mengingatkan agar kedekatan antara wartawan dan anggota DPRD tidak mengaburkan posisi serta fungsi masing-masing.
Ia menegaskan, DPRD memiliki mandat sebagai lembaga perwakilan rakyat, sementara pers memiliki fungsi jurnalistik untuk mencari, mengolah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan kontrol sosial terhadap lembaga publik.
“DPRD dan pers mempunyai tugas dan peran masing-masing. DPRD menjalankan mandat sebagai lembaga perwakilan rakyat, sedangkan pers menjalankan fungsi jurnalistik dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, hubungan yang dibangun harus saling menghargai dan saling menguatkan,” ujarnya.
Pers Diminta Jangan Hanya Jadi Penyampai Informasi
La Ode menilai keberadaan media sangat penting dalam memastikan berbagai aktivitas DPRD diketahui masyarakat. Mulai dari rapat, pembahasan kebijakan, penyerapan aspirasi masyarakat hingga keputusan politik membutuhkan kerja jurnalistik agar dapat diakses dan dipahami publik.
Namun, ia menegaskan bahwa peran wartawan tidak boleh berhenti sebagai penyampai informasi mengenai kegiatan lembaga legislatif.
Sebaliknya, media tetap harus kritis ketika menemukan kebijakan maupun pelaksanaan tugas DPRD yang dinilai perlu mendapatkan koreksi.
“Saya berharap teman-teman pers tidak hanya menjadi mitra strategis DPRD dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga tetap menjalankan fungsi kontrol. Jika ada kebijakan atau pelaksanaan tugas DPRD yang perlu mendapat kritik, tentu silakan dikritisi secara profesional, objektif dan berdasarkan fakta,” tegasnya.
Menurut La Ode, kritik yang disampaikan secara objektif dan berbasis data justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi DPRD untuk memperbaiki kinerja.
“DPRD membutuhkan masukan dan kritik. Selama kritik itu disampaikan secara objektif, proporsional dan berdasarkan data, tentu menjadi hal yang positif,” katanya.
“Media dapat menjadi bagian penting dalam memberikan kontrol sehingga kami dapat melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kekurangan,” lanjutnya.
Bukan Sekadar Wadah Berkumpul
Lebih jauh, La Ode berharap Forum Media Parlemen Puncak Botu tidak hanya menjadi wadah berkumpul maupun simbol solidaritas para jurnalis.
Ia mendorong forum tersebut memiliki program nyata yang dapat meningkatkan kapasitas, kompetensi dan kualitas kerja jurnalistik para anggotanya.
Menurutnya, solidaritas antarsesama pekerja media harus berjalan seiring dengan profesionalisme dan independensi pers.
“Harapan saya, Forum Media Parlemen Puncak Botu menjadi wadah yang solid dan profesional serta tetap menjaga independensi pers,” katanya.
“Jangan hanya berhenti sebagai simbol kebersamaan, tetapi harus memberikan manfaat bagi teman-teman media, DPRD dan tentu saja masyarakat Gorontalo,” tambahnya.
Dorong Keterbukaan Informasi di Parlemen
La Ode juga menilai komunikasi yang sehat antara DPRD dan media dapat memperkuat keterbukaan informasi publik di lingkungan parlemen.
Forum Media Parlemen Puncak Botu, kata dia, dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara wartawan dan DPRD, tanpa mengganggu kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik maupun akses terhadap informasi publik.
Bagi La Ode, DPRD dan pers pada akhirnya memiliki titik temu yang sama, yakni kepentingan masyarakat.
DPRD bertugas memperjuangkan aspirasi rakyat, sedangkan pers memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai bagaimana mandat tersebut dijalankan.
“Yang paling utama tetap kepentingan masyarakat. DPRD bekerja membawa dan memperjuangkan aspirasi rakyat, sementara pers memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai apa yang dikerjakan wakil rakyat,” ujarnya.
Karena itu, La Ode berharap Forum Media Parlemen Puncak Botu mampu menjaga dua fungsi sekaligus: menjadi mitra komunikasi DPRD sekaligus bagian dari kontrol publik.
“Karena itu, saya mendukung Forum Media Parlemen Puncak Botu sebagai mitra strategis sekaligus elemen kontrol yang konstruktif bagi DPRD Provinsi Gorontalo,” pungkasnya.


















