Winnet.id, Mananggu Boalemo – DPRD Provinsi Gorontalo Ahad Pagi, kemarin, menggelar dialog interaktif yang diberi nama “Kopi Dumodupo,” atau “Kopi Pagi” dalam bahasa Indonesia.
Acara yang digelar di desa Bandungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab DPRD serta mendengar keluhan dan aspirasi warga desa Bandungan dan sekitarnya, terkait kebijakan pemerintah daerah.
Menariknya, selain sesi tanya jawab yang berjalan lancar, dialog ini juga menjadi berkah bagi salah seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di Kecamatan Mananggu.

Seorang warga desa Bandungan yang berprofesi sebagai pelaku UMKM, yang awalnya hanya ingin berbagi keluh kesah tentang kendala dalam menjalankan usahanya, justru ketiban durian runtuh. Tidak disangka, dagangannya diborong oleh legislator DPRD Provinsi Gorontalo yang hadir pada kesempatan tersebut.
Baca juga: Kabar Gembira! Pasar Murah Sembako Akan Hadir di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato
“Apa yang ibu jual? tanya Wakil ketua komisi 4, Nikma Tahir, menimpali keluhan yang diterimanya tersebut, yang dijawab olahan kacang, oleh wanita paruh baya, yang lupa (tim redaksi) tanyakan namanya itu.
“Coba bawa kesini semuanya. Nanti kami yang disini, akan memborong semuanya. Iya kan? bapak ibu? ucap Nikma, yang juga disetujui 5 aleg lain, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain aksi solidaritas yang mengejutkan dari Nikma dan rekan-rekannya, pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Gorontalo saat ini memang sedang giat-giatnya mendorong perekonomian masyarakat melalui ekonomi produktif.
Pemda dan DPRD telah bersinergi untuk menggiatkan perekonomian UMKM dengan berbagai program kegiatan, seperti Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Baca juga: Mengurai Kecemburuan Sosial di Boalemo: Ismail Alulu Urai Solusi Perubahan
“Pemerintah Provinsi saat ini giat dalam mendorong UMKM melalui berbagai program kegiatan. Kami (DPRD) juga berkomitmen untuk mengawasi agar program-program ini tepat sasaran.” ujarnya.
“Dan kami DPRD juga tidak pernah luput untuk mengawasi Program-program ini, agar tepat sasaran. Kami juga terus berupaya memperjuangkan anggaran ini di DPRD, agar program yang berfokus pada UMKM ini, terus berkelanjutan.” tambah Nikma.
Nikma juga mengajak seluruh pelaku UMKM di Kecamatan Mananggu untuk tidak ragu mengajukan proposal permohonan bantuan melalui pemerintah desa atau anggota DPRD di daerah mereka. Tujuannya adalah agar lebih banyak UMKM yang terakomodasi dalam program-program Produktif tersebut. (003)

















