Menu

Mode Gelap

Daerah ·

Fraksi Nasdem Amanat Pertanyakan Azas Manfaat Anggaran 1.3 Miliar Untuk Radio RH.


					Fraksi Nasdem Amanat Pertanyakan Azas Manfaat Anggaran 1.3 Miliar Untuk Radio RH. Perbesar

Winnet.id – Penggunaan anggaran APBD sebesar 1,1 miliar untuk kepentingan Radio Rakyat Hulondalo (Radio RH) mendapatkan sorotan serius dari sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari fraksi Nasdem Amanat. Diantaranya dari Yuriko Kamaru, Anggota komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus wakil ketua Pansus LKPJ Gubernur Tahun 2020. Dirinya mempertanyakan manfaat dari penggunaan anggaran yang cukup besar tersebut bagi masyarakat.

“ Anggaran untuk radio RH jumlahnya sangat luar biasa. Dan itu mengundang tanda tanya. Kira-kira efek untuk pembangunan di Provinsi Gorontalo, khususnya untuk penurunan angka kemiskinan dan pemerataan pembangunan di kabupaten-kota, apa ? Sementara anggarannya sangat besar. ”, Ujar Yuriko Kamaru, saat melaksanakan konfrensi Pers, di ruang fraksi, usai melaksanakan rapat Paripurna tentang LKPJ Gubernur tahun 2020, kemarin. (06/05/21)

Menurut Yuriko, berdasarkan UU dan peraturan pemerintah, dalam daerah hanya mewajibkan 1 (satu) radio pemerintah dalam setiap Provinsi. Sedangkan menurutnya, radio RRI sudah mewakili radio pemerintah. Sehingga tidak perlu lagi untuk membangun radio pemerintah lainnya.

Yuriko menilai, langkah pemerintah dengan menggelontorkan dana sebesar 1.3 untuk pengembangan radio RH adalah langkah yang tidak bermanfaat, dan merugikan masyarakat. Sebab menurutnya, anggaran yang sangat besar tersebut seharusnya disalurkan untuk kepentingan masyarakat.

“ Dalam laporan APBD Induk, anggaran yang digunakan 1.3 miliar. Tapi dalam laporan LKPJ, anggaran yang digunakan sebesar 1.1 miliar lebih. Coba bayangkan, anggaran tersebut jika digunakan untuk kepentingan masyarakat, saya rasa pemerintah dapat melakukan banyak hal untuk kesejahteraan masyarakat.  Apalagi dalam kondisi pandemik saat ini. ”, Kata Politisi Nasdem tersebut.

Sebagai wakil rakyat di DPRD, Yuriko mengaku kecewa dengan langkah pemerintah terkait penggunaan anggaran tersebut. Dirinya menilai, pemerintah terlalu egois dalam menjalankan pemerintahan. Anggaran untuk masyarakat kecil direfokusing dengan alasan penanggulangan penyebaran covid 19. Namun untuk sesuatu yang tidak terlalu mendesak, pemerintah tidak segan menggelontorkan anggaran bernilai sangat besar.

“ Pembangunan rumah mahayani bagi masyarakat miskin tidak dapat terlaksana secara maksimal karena alasan refokusing. Beasiswa miskin ditunda dengan alasan refokusing. Nah, giliran pembangunan dan pengembangan Radio RH, pemerintah tak segan mengeluarkan anggaran 1.1 miliar lebih. Apa manfaatnya bagi masyarakat ? Hampir tidak ada ! ”, ungkap Yuriko.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Beberapa Orang Terduga Pelaku Penganiayaan Di Desa Toraut Tengah Dilaporkan Ke Kepolisian

30 November 2021 - 12:48

Kunjungan Tim Bagian Hukum DPRD Provinsi Gorontalo Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Bali.

29 November 2021 - 12:19

Terkait JDIH, Setwan Deprov Lakukan Studi Komparasi Ke DPRD Prov.Bali

29 November 2021 - 12:13

IPKI Wilayah Gorontalo Terbentuk Melalui Kongres Pertama.

26 November 2021 - 19:27

BINDA Gorontalo & Polsek Kota Selatan Gelar Vaksinasi Door to Door.

23 November 2021 - 10:16

Luar Biasa, Jeanete Kilapong Mbuinga Terpilih Ketua Umum DPC IWAPI Pohuwato 2 Periode.

15 November 2021 - 14:46

Trending di Advetorial