Menu

Mode Gelap

Editor's Pick WITA

Ramadhan tiba, Umat Muslim di Ukraina Hadapi Konflik sambil Berpuasa


					Source Image: https://www.rte.ie/news/ukraine/2022/0316/1286704-ukraine-russia/ Perbesar

Source Image: https://www.rte.ie/news/ukraine/2022/0316/1286704-ukraine-russia/

Silahkan di Share Yach

winnet.id – Bulan suci ramadhan pada tahun 1443 H telah dimulai pada tanggal 2 April 2021 dan seluruh umat muslim menyambutnya dengan penuh suka cita. Ramadhan ini terasa begitu spesial bagi seluruh umat yang menjalankannya, tetapi tidak bagi sebagian umat yang menjalankan bulan suci dengan dirundung konflik, seperti halnya Ukraina yang tengah diinvasi oleh Rusia.

 

Dikutip dari aljazeera.com (1/4/2022), Umat muslim di Ukraina memiliki populasi sekitar 1% dari total seluruh warga di Ukraina yang mayoritasnya memeluk agama kristen ortodoks. Sebelum adanya perang, Ukraina merupakan rumah bagi lebih dari 20.000 warga etnis di Turki, terutama etnis Tatar Krimea.

Persiapan Ramadhan menjadi lebih sulit dikarenakan Rusia yang menjatuhkan bom di Mariupol, Ukraina yang menjadikan jam malam. Hal ini membatasi pergerakan di malam hari ketika ada keluarga yang ingin berkumpul untuk berbuka puasa. Dikarenakan perang, banyak juga warga muslim yang jauh dari rumah, keluarga dan teman-teman mereka, namun bertekad untuk memanfaat periode ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

 

“Kita harus siap melakukan yang terbaik untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan (Allah SWT.), berdoa untuk keluarga kita, jiwa kita, negara kita, Ukraina” ucap Mamutova, seorang warga Ukraina yang diwawancarai oleh media aljazeera.com (1/4/2022) yang suaminya merupakan seorang imam.

 

Sementara itu, akibat invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan kesengsaraan bahan pangan di beberapa negara di bagian Afrika dan Timur tengah sehingga merusak persiapan bulan ramadhan.

Dikutip juga dari Agence France-Presse disingkat AFP (30/3/2022), dari Libanon hingga Tunisia dan Somalia, umat Islam di sana harus mulai berhemat dan berjuang untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang paling mendasar sekalipun karena melonjaknya harga makanan dan bahan bakar.

 

“Harga tinggi mempengaruhi dan merusak semangat Ramadhan,” kata Sabah Fatoum kepada wartawan AFP, seorang penduduk Jalur Gaza yang diblokade Israel ketika harga barang-barang konsumen telah naik hingga 11 persen, menurut pihak berwenang Palestina.

 

Rusia dan Ukraina sendiri memilki daerah penghasil biji-bijian yang luas serta memiliki salah satu lumbung pangan utama dunia, menyumbang sebagian besar ekspor dunia dalam beberapa komoditas utama seperti gandum, minyak sayur dan jagung.

Gangguan arus ekspor akibat invasi dan sanksi internasional Rusia juga telah memicu kekhawatiran akan krisis pangan global, terutama di Timur Tengah dan Afrika, yang efek sampingnya ini sudah mulai terasa.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Ketua PJS Provinsi Gorontalo Kecam Ucapan Alyun Yang Memutarbalikan Fakta

17 Mei 2024 - 09:23 WITA

Oknum Kader Nasdem Perlihatkan Arogansinya Provokasi Masa saat Demo Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis

16 Mei 2024 - 09:31 WITA

Tim Pansus Aset DPRD Provinsi Gorontalo Menilai SOP Mitigasi Hukum Biro Hukum Masih Amburadul

15 Mei 2024 - 21:38 WITA

Kontroversi PILBEM UNG, WAREK 3 “Menghilang”

3 Mei 2024 - 13:55 WITA

Telusuri Permasalahan Aset Daerah, Komisi I Deprov Gorontalo ; Status Lahan Wakaf SMA Negeri 1 Kabila Belum Bersertifikat

3 Mei 2024 - 11:36 WITA

Kesehatan dan Pendidikan Jadi Sorotan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo

29 April 2024 - 18:10 WITA

Trending di Advetorial