WINNET.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dedi Hamzah, melaksanakan kegiatan reses dengan agenda tatap muka bersama masyarakat di Desa Dulohupa, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Senin (2/2/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri sekitar 500 orang masyarakat yang merupakan gabungan dari lima desa di Kecamatan Wonosari.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Hamzah menyerap dan menampung berbagai aspirasi masyarakat yang menjadi kebutuhan prioritas di wilayah Kecamatan Wonosari. Adapun sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain:
-
Perbaikan Jembatan Desa Harapan yang menghubungkan lima desa. Saat ini, masyarakat masih menggunakan Jembatan BRI dan Jembatan Kalolo sebagai jalur alternatif.
-
Penanganan dampak banjir yang melanda Desa Harapan, Pangea, Saritani, dan Sukamaju.
-
Pengadaan jaringan telekomunikasi di Desa Mekar Jaya.
-
Permintaan bantuan sapi untuk mendukung perekonomian masyarakat.
-
Aspirasi Rumah Layak Huni bagi warga kurang mampu.
-
Perbaikan serta pendirian masjid di beberapa desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dedi Hamzah menyampaikan bahwa untuk perbaikan infrastruktur jalan masih terdapat sekitar 500 meter jalan yang perlu dituntaskan, dan pihaknya akan melihat kembali ketersediaan anggaran.

Terkait penanganan banjir, Dedi Hamzah menjelaskan bahwa sebelumnya telah dibuatkan saluran pencegah banjir. Namun demikian, pihaknya tetap akan meninjau kembali kebutuhan anggaran, mengingat dirinya baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan langsung turun ke lapangan melaksanakan reses.
Untuk aspirasi jaringan telekomunikasi di Desa Mekar Jaya, Dedi Hamzah memastikan akan menyurat ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Gorontalo guna menindaklanjuti permintaan tersebut.
Sementara itu, terkait bantuan sapi, ia menyampaikan akan melihat kembali apakah program tersebut tersedia dalam anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo. Adapun untuk aspirasi Rumah Layak Huni, Dedi Hamzah menyebutkan bahwa jumlah anggaran Pokok Pikiran (Pokir) akan dihitung kembali dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi, sehingga bantuan akan disesuaikan dengan aspirasi lain seperti pengadaan mesin motor tempel, dukungan UMKM, serta motor untuk berjualan ikan.
Sedangkan untuk aspirasi perbaikan dan pendirian masjid, Dedi Hamzah menegaskan akan segera melakukan peninjauan langsung dan memperhatikan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat.
Kegiatan reses ini menjadi komitmen Dedi Hamzah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar warga dapat diakomodir dalam kebijakan pembangunan daerah.

















