WINNET.ID, Provinsi Gorontalo – GPIG J. Bait ‘El, Kota Gorontalo, menjadi saksi penting dalam perhelatan besar, Sidang Sinode Istimewa Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG).
Kegiatan yang dimulai dengan seremoni megah yang dikemas dengan tema “Aku Adalah yang Awal dan yang Akhir“, dan sub tema “Bersama Seluruh Bangsa Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945“ ini, dihadiri oleh Asisten 2 Provinsi Gorontalo, Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Walikota Gorontalo, dan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.
Secara seremonial, Sidang Sinode Istimewa GPIG dibuka oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, yang diwakili oleh Asisten 2 Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiarto, disusul sambutan oleh Kakanwil Kemenag dan Walikota Gorontalo. Ini menunjukkan tingginya dukungan dari tiap-tiap tingkat pemerintah terhadap GPIG dan pentingnya sidang istimewa ini.
Dukungan semakin diperkuat dengan diserahkannya bantuan sejumlah “Alkitab”, yang secara simbolis diserahkan oleh Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Gorontalo, kepada ketua Sinode GPIG, Pdt. Alfrets Ronald Oroh.

Dalam sambutannya, Pdt. A. Ronald Oroh mengungkapkan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap aktifitas Gereja Protestan, khususnya pada kegiatan sidang Sinode istimewa, hari ini (25/10/23).
“Atas nama Gereja Protestan Indonesia Gorontalo, kami mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada pemerintah daerah, yang telah hadir dan memberikan penuh terhadap kegiatan ini.” ucap Pdt. A. Ronald.
“Terlebih kepada Walikota Gorontalo, Marten Taha, yang senantiasa memberikan dukungan terhadap setiap aktivitas Gereja Protestan di Kota Gorontalo. Bahkan, sidang istimewa ini sengaja dilaksanakan di Kota Gorontalo, atas permintaan Walikota Gorontalo.” sambungnya.
Menurut Pdt. A. Ronald, Sidang Istimewa Sinode GPIG ini, sejak direncakan tahun lalu, sudah diminta Walikota Gorontalo, untuk dilakukan di kota Gorontalo, dan baru hari ini, permintaan tersebut dapat direalisasi pihak GPIG.

Disisi lain, Walikota Gorontalo, Marten Taha, dalam sambutannya juga mengaku senang dapat memberikan sumbangsi yang signifikan terhadap setiap kegiatan keagamaan Jemaat GPIG.
Marten berharap, disisa masa jabatannya sebagai walikota, dirinya ingin terus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Gorontalo, khususnya bagi warga GPIG.
Motivasinya ini juga diharapkan menjadi dorongan kepada seluruh warga Kota Gorontalo untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
“Dalam kepemimpinan saya tidak ada istilah dominasi mayoritas dari minoritas. Bagi saya, kita semua sama.” tegas Marten, yang disambut riuh tepuk tangan tamu undangan dan peserta Sidang Istimewa.
“Sebab, hal ini sejalan dengan apa yang menjadi landasan kita semua, yang tertuang dalam butir-butir Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana tema yang diusung panitia hari ini,” tambah Marten. (003)















