banner 728x250

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

banner 120x600
banner 468x60

AI Center Makassar dan GDGoC UNM menghadirkan pelatihan Robotics dan IoT berbasis praktik untuk membekali talenta muda menghadapi perkembangan teknologi.

Makassar – Telkom AI Center Makassar bersama Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM) menggelar kegiatan Study Jam Robotics & IoT pada 18–19 April 2026 di Telkom AI Center of Excellence Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang fokus mendalami bidang robotika dan Internet of Things (IoT).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Business & Community Lead (BCL) Telkom AI Connect yang menyapa peserta dan panitia, sekaligus memperkenalkan Apilogy sebagai platform marketplace API milik Telkom. Platform ini dirancang untuk memudahkan developer dalam mengakses serta mengintegrasikan berbagai API guna mendukung pengembangan solusi digital yang lebih efisien. Pada kesempatan yang sama, peserta juga diperkenalkan dengan Telkom AI Connect community platform sebagai wadah untuk memperoleh informasi terkini, memperluas jejaring, serta mengembangkan kompetensi di bidang teknologi secara berkelanjutan.

Pada hari pertama, sesi Study Jam #1: “Robotics & IoT – Getting Started” menghadirkan Syahrur Adhe Pratama Putra sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Annisa Nur Aini. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar robotika dan IoT, mulai dari konsep hingga komponen utama dalam sistem. Sesi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung guna memperkuat pemahaman peserta terhadap implementasi teknologi.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui Study Jam #2: “Robotics & IoT – Sensors and Data Reading” yang kembali menghadirkan Syahrur Adhe Pratama Putra sebagai pembicara, dengan moderator Nur Hidayat. Sesi ini membahas penggunaan sensor serta proses pembacaan dan pengolahan data dalam sistem IoT, termasuk pemanfaatannya dalam berbagai skenario aplikasi.

Penguatan kompetensi di bidang ini dinilai semakin penting mengingat di tingkat nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat seiring ledakan perangkat IoT. “ASIOTI memproyeksikan jumlah perangkat IoT yang beredar di Indonesia mencapai sekitar 678 juta unit pada 2025 dengan potensi peningkatan hingga menembus 800 juta unit dalam beberapa tahun mendatang,” ujar perwakilan Asosiasi IoT Indonesia dalam Munas III 2026 (Selular.ID, 12 Februari 2026). Pemerintah melalui Roadmap AI Nasional juga menargetkan pengembangan sembilan juta talenta digital hingga 2030 guna mempercepat adopsi teknologi IoT dan AI, sebagaimana disampaikan Kemkomdigi dalam program Digital Talent Scholarship (Formosa News, 27 Juli 2025). 

BCL Telkom AI Connect Makassar, Sunarti M.R, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan talenta di tengah perkembangan tersebut. “Melihat tren pertumbuhan perangkat IoT dan kebutuhan industri yang semakin meningkat, penting bagi talenta muda untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan solusi. Melalui Study Jam ini, kami ingin membekali peserta dengan keterampilan yang relevan agar dapat berkontribusi dalam ekosistem digital,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muhammad Rafly Armansyah, yang merupakan member GDGoC UNM, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. “Materinya tidak hanya teori, tetapi langsung praktik sehingga lebih mudah dipahami. Selain itu, suasana belajarnya juga interaktif dan membantu kami lebih cepat memahami implementasi robotics dan IoT,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, AI Center Makassar diharapkan dapat terus memperkuat perannya dalam mengembangkan ekosistem talenta digital, tidak hanya di bidang AI tetapi juga pada teknologi lain yang relevan seperti robotika dan Internet of Things (IoT). Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia secara berkelanjutan.

Artikel ini jugabtayang di VRITIMES