banner 728x250

Tak Masuk LPKJ Gubernur Tahun 2023: Masjid Raya Provinsi Seperti Masih Menjadi Angan

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID GORONTALO Pada rapat paripurna ke-135 DPRD Provinsi Gorontalo terkait LKPJ Gubernur tahun 2024, Anggota DPRD Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan kritik pedas terhadap lambannya pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo.

Adhan menyoroti bahwa proyek tersebut telah gagal direalisasi sejak masa jabatan Gubernur definitif,  Ruslie Habibie, hingga dua kali pergantian penjabat Gubernur sementara, saat ini.

Menurut Adhan, dana sebesar 4 miliar 60 juta dari Aparatur Sipil Negara (ASN) telah terkumpul untuk proyek tersebut. Namun, penggunaan dana ini masih belum termasuk dalam laporan pertanggungjawaban Gubernur yang baru disampaikan dalam paripurna LKPJ Gubernur tahun 2023, hari ini.

“Hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut penggunaan dana publik yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujar Adhan.

Adhan juga menekankan pentingnya keamanan dan transparansi dalam penggunaan dana pegawai untuk proyek ini. Bahkan Adhan Mengaku telah menyampaikan ini ke rekannya di komisi 4, namun tetap tidak ada tindaklajutnya.

 

masjid raya
(Foto Istimewa/Strano Project) Harga tiket Konser Jullie Music Fest 2024, tanggal 27 April 2024, di Stadion Merdeka Kota Gorontalo.

 

“Kami telah memberikan rekomendasi kepada Komisi IV untuk mengundang yayasan yang bertanggung jawab atas pembangunan masjid ini untuk memberikan klarifikasi terkait proyek tersebut,” ungkap Adhan Dambea.

“Namun, alih-alih mengundang yayasan tersebut, Komisi IV justru meminta kami dari Komisi I yang melakukannya. Tentu ini bukan merupakan tugas pokok kami di Komisi I,” sambungnya.

Dalam respons terhadap masukan tersebut, PJ Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, mengakui adanya permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan proyek pembangunan Masjid Raya.

Ismail menjelaskan bahwa sebagian panitia yang terlibat dalam proyek ini, termasuk Ketua Pembangunan Masjid, Zainuddin Hasan, yang bukan pegawai negeri, sedang sibuk dalam kegiatan kampanye.

Namun, Ismail Pakaya menyatakan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Ia telah berkomunikasi dengan Ketua Pembangunan Masjid dan menyepakati untuk segera melakukan pertemuan guna membahas langkah-langkah selanjutnya terkait pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *