WINNET.ID, DPRD Provinsi Gorontalo – Hari ini (20/11), DPRD Provinsi Gorontalo telah menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 sebesar Rp. 1.889.650.798.120,-.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 3.13% dibandingkan dengan APBD tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp. 1.832.296.976.495,-.
Dalam wawancara, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, mengungkapkan jika peningkatan ini sejalan dengan tantangan pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan mendesak di tahun mendatang.
“Meningkat sebesar 3.13% atau sejumlah Rp. 57.358.821.625,-. Kenaikan anggaran ini sejalan dengan visi pembangunan kita. Namun, tentu saja, ini juga menghadirkan sejumlah tantangan yang harus diatasi dengan cermat.” ucapnya.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Sofyan Puhi adalah kewajiban pemenuhan anggaran untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo diharuskan menyetor anggaran sekitar Rp. 93 miliar lebih untuk mendukung pelaksanaan Pemilu.
“Jika anggaran ini tidak disediakan, APBD kita tidak akan mendapatkan nomor register oleh evaluasi Kementerian. Ini juga berlaku untuk APBD Kabupaten-Kota,” ujar Sofyan Puhi, menegaskan.
“Dalam upaya memenuhi kewajiban tersebut, sekitar 40% dari nilai tersebut telah dianggarkan pada tahun 2023 ini, sedangkan sisanya, sebanyak 60%, akan diselesaikan pada APBD tahun 2024.” sambung dia.
Baca juga: Komisi 3 Tinjau Pekerjaan Preservasi Jalan dan Drainase Saluran Air di Kecamatan Pulubala
Selain Anggaran Pemilu, pemenuhan kewajiban mengikat lainnya, seperti penanganan inflasi, pengurangan kemiskinan, dan bantuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), turut menjadi fokus utama dalam alokasi anggaran tahun ini.
Situasi tahun 2024 diakui Sofyan, Provinsi Gorontalo tengah menghadapi beban anggaran yang berat, namun pihaknya juga memastikan telah berupaya mengalokasikan sumber daya dengan bijak, dan memprioritaskan program kegiatan mendesak untuk menjadi prioritas kegiatan.
“Kegiatan yang bukan merupakan prioritas utama atau belum bersifat urgensi, akan ditunda pelaksanaannya dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tahun depan,” tambah Sofyan Puhi.
Dengan demikian, Rancangan APBD Tahun 2024 Provinsi Gorontalo tidak hanya mencerminkan peningkatan anggaran, tetapi juga strategi yang matang dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keuangan. Dengan fokus pada kepentingan rakyat dan pembangunan berkelanjutan, pemerintah daerah siap menjawab panggilan masa depan. (003)


















