Menu

Mode Gelap
Tim PPS Kejati Gorontalo Tinjau Proyek Pembangunan Yang Menggunakan Dana PEN Terima Penghargaan WTP Dari Menkeu, Ini Harapan Penjagub Gorontalo Hadiri Opening Ceremony Piala Gubernur ESI Gorontalo, Ini Permintaan Penjagub Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas, Ini Penyampaian Penjagub Gorontalo Sambut HUT Lalu Lintas ke 67, Satlantas Polres Gorontalo Kota Gelar Baksos

INFO FIGUR · 16 Jul 2022 11:20 WITA ·

Elektabilitas PPP Rendah, Kepemimpinan Suharso Monoarfa Tuai Sorotan 


 Elektabilitas PPP Rendah, Kepemimpinan Suharso Monoarfa Tuai Sorotan  Perbesar

Silahkan di Share Yach

WINNET.ID – Elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merosot tajam pada akhir-akhir ini, berdasarkan survey beberapa lembaga.

Salah satu partai peninggalan orde baru tersebut, berpotensi tidak berada lagi di parlemen pada Pemilu 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas menyebutkan faktor lemahnya kepemimpinan Suharso Monoarfa menjadi salah satu penyebab turunnya elektabilitas PPP.

“Dari hasil survey SMRC pada awal Juni lalu, PPP hanya mendapatkan elektabilitas sebesar 1,4 persen. Jauh dari ambang batas parlemen sebesar 4 persen,” ujar Sirojuddin Abbas melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (16/7/2022).

“Suharso seperti mengalami disorientasi. Tidak memiliki arah yang jelas dalam perjuangan politiknya,” lanjutnya.

Abbas menilai langkah-langkah Suharso sebagai seorang politisi sangat pragmatis.
Lebih menikmati panggung permukaan di kalangan elite, ketimbang membangun basis konstituen di bawah.

Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah juga memiliki pandangan yang sama, terhadap kepemimpinan Suharso Monoarfa di PPP. Menurutnya, Suharso tidak memiliki kemampuan dalam melakukan konsolidasi pada akar rumput partai.

“Dia membangun elitisme dan eksklusifitas pada dirinya. Sehingga terbangun tembok yang tinggi dengan para kader dan pemilih partai yang merupakan kelompok Islam tradisional,” katanya juga melalui keterangan tertulis kepada wartawan.

Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) tersebut, bahkan menyebut untuk penyelamatan PPP, Suharso Monoarfa harus rela mundur.

“Pilihan ekstremnya mundur dan lebih fokus sebagai menteri saja. Ini demi menyelamatkan PPP ya,” imbuh Dedi.

Sementara itu Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza, melihat Suharso tidak memiliki nilai jual jika dibanding para ketua umum (ketum) partai politik lainnya.
Kata Efriza, menghangatnya iklim politik pada beberapa bulan terakhir, tidak berhasil dimanfaatkan oleh Suharso untuk memanaskan mesin partainya.

“Selain keikutsertaan dalam KIB, tidak ada lagi peristiwa politik yang membawa nama Suharso maupun PPP. Mereka seperti hilang dan lenyap. Di saat ketum partai lain berulang kali berkomunikasi dan bersosialisasi ke daerah-daerah, Suharso seperti menjadi pelengkap saja,” terangnya ketika berbincang dengan wartawan, Jumat (15/7/2022).

Senada dengan Dedi Kurnia Syah, Efriza juga menilai perlunya ada pergantian kepemimpinan agar PPP bisa mempertahankan posisinya di parlemen pada Pemilu 2024.

“Itu perlu menjadi pertimbangan bagi para senior, pengurus dan kader PPP. Perlu ada sosok yang kuat dan memiliki nilai jual untuk membawa PPP bisa bersaing dengan partai-partai lain, terutama partai berbasis Islam,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Banjir Dukungan, Santi Ambia Layak Pimpin IKA Alumni SMEP/SMEA/SMK Negeri 1 Gorontalo

23 September 2022 - 20:39 WITA

Tim PPS Kejati Gorontalo Tinjau Proyek Pembangunan Yang Menggunakan Dana PEN

22 September 2022 - 17:54 WITA

Tim PPS Kejati Gorontalo

Ibunda Rusli Habibie Tutup Usia

19 September 2022 - 15:07 WITA

Gorontalo Ekspor 6.100 Ton Jagung Ke Filipina

17 September 2022 - 16:03 WITA

Ekspor jagung ke philipina

Gorontalo Resmi Jadi Tuan Rumah Asian Mini Football Championship 2023

17 September 2022 - 03:13 WITA

Asian mini Football Championship

Kwatir Tidak Masuk Pendataan Non-ASN, Honorer Setwan Deprov “BONGKAR” Berkas Lama.

16 September 2022 - 10:26 WITA

Trending di Daerah