Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvetorialDaerahDPRD Provinsi GorontaloNasionalNewsNEWSProvinsi Gorontalo

Naksir Kamu: Gerakan Pramuka Dalam Mengatasi Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo

315
×

Naksir Kamu: Gerakan Pramuka Dalam Mengatasi Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo

Sebarkan artikel ini

WINNET.ID – Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo Ambil Peran Mengatasi Fenomena Aksi Bunuh Diri di Gorontalo.


Naksir Kamu, Gorontalo – Fenomena aksi bunuh diri yang belakangan ini marak terjadi di Provinsi Gorontalo mengundang keprihatinan dari Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam pengembangan karakter generasi muda, Kwarda Pramuka Gorontalo, melalui Pramuka Peduli, menyikapi fenomena bunuh diri ini dengan menghadirkan program khusus yang diberi nama “Gerakan Aksi Sayang Diri Kaum Muda” atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Naksir Kamu”.

Hari pertama pelaksanaan program “Naksir Kamu”, dilakukan di beberapa sekolah, antara lain SMA Negeri 2 Limboto, SMA Negeri 1 Limboto, SMA Negeri 1 Limboto Barat, SMA Negeri 4 Gorontalo, dan SMK Kesehatan Gorontalo.

Naksir Kamu
PENERUS BANGSA : Kwarda Pramuka Gorontalo turun langsung ke setiap gugus depan, memberikan edukasi dan penguatan karakter melalui program Naksir Kamu, seperti yang berlangsung di SMA Negeri 2 Limboto, Kamis (13/07/23). (foto : dok /kwarda)

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Kwarda Bidang Infokom, Sugondo Makmur, Wakil Ketua Bidang Binawasa Suleman Haridji, Sekretaris Kwarda Abd Rahim Labantu, Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penanggulangan Bencana, Muhajir Madina, Korwil Kabupaten Gorontalo dan Gorut, Rahmat Mohamad, serta tim Kwartir Daerah lainnya.

Ketua Harian Kwarda Pramuka Gorontalo, Susanto Liputo, mewakili Ketua Kwarda Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, menjelaskan, program “Naksir Kamu” merupakan implementasi dari kode kehormatan Gerakan Pramuka, yaitu Tri Satya dan Dasa Darma.

“Dalam Program “Naksir Kamu” ini, para peserta dibekali edukasi terkait materi penguatan pendidikan karakter melalui ceramah agama yang disampaikan oleh Hamdan Zain, serta melalui permainan besar yang diorganisir oleh tim Pramuka Peduli Gorontalo.” buka Susanto, dalam wawancara. (13/07/23)

Susanto Liputo berharap, melalui pendekatan ini, kaum muda akan mendapatkan pemahaman yang baik, sehingga tidak mudah terjerumus dalam keputusan yang keliru, terutama tindakan bunuh diri yang hanya akan merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Di Pramuka, kami mengajarkan bagaimana kaum muda dapat menjadi kreatif dan inovatif, mandiri, dan memiliki solusi dalam berbagai persoalan. Pramuka juga mengajarkan pentingnya menyayangi diri sendiri agar dapat lebih bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain,” ungkap Susanto.

"Naksir Kamu"

Ketua Harian Kwarda Pramuka Gorontalo, Susanto Liputo, menyematkan tanda peserta penerimaan tamu ambalan di SMA Negeri 2 Limboto, Kamis (13/07/23). (foto : dok /kwarda)

Program “Naksir Kamu” dilaksanakan dengan turun langsung ke gugus depan (Gudep) atau sekolah-sekolah, yang juga merupakan bagian dari program “SaPa Pramuka” yang telah ditetapkan oleh Ketua Kwarda, Sofyan Puhi, sekaligus telah membentuk tim Pramuka Peduli dan program Kwarda Goes to School untuk mendukung program ini.

“Saat ini, kita sedang berada dalam masa penerimaan tamu ambalan (PTA) di setiap sekolah. Kami datang ke Gudep-gudep bersama pembina Pramuka dan ketua gugus depan untuk memberikan edukasi agar kaum muda tidak mudah putus asa dan menghindari tindakan bunuh diri,” jelas Susanto.

Ia juga menekankan bahwa bunuh diri bukanlah solusi yang tepat dan dilarang dalam agama. Pramuka mengajak para pemuda untuk mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membangun karakter mereka.

Melalui program “Naksir Kamu” Pramuka Gorontalo berharap para pemuda, terutama anggota Pramuka di setiap Gudep, dapat menjadi agen perubahan dengan terus menyebarkan kegiatan-kegiatan positif dan inovatif.

“Kwarda memiliki SaPa Pramuka yang memiliki makna yang luas. Setiap Pramuka dapat menjadi pewarta yang menyebarkan hal-hal positif, minimal melalui media sosial masing-masing,” pungkas Susanto. (004/ilam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *