WINNET.ID – Semangat belajar tanpa mengenal batas kembali ditunjukkan oleh Wilvon Malahika S.Pd., M.Si. yang resmi mengikuti Yudisium Program Pascasarjana Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA). Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Gorontalo, Wilvon berhasil menuntaskan pendidikan magister dan menjadikan momentum yudisium sebagai ajakan bagi perempuan untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.
Kepada Media Winnet.id Wilvon mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Universitas Bina Taruna Gorontalo yang telah memberikan kesempatan serta menghadirkan sistem pembelajaran yang fleksibel bagi mahasiswa yang telah bekerja.
Ia mengaku awalnya belum begitu mengenal UNBITA. Namun, setelah memperoleh informasi mengenai Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dirinya semakin tertarik hingga akhirnya memutuskan melanjutkan studi di Program Pascasarjana.
“Keputusan bergabung di Universitas Bina Taruna Gorontalo menjadi salah satu keputusan terbaik yang saya ambil. Kampus ini memberikan ruang bagi saya untuk tetap menjalankan tugas sebagai aparatur sekaligus menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ungkapnya.
Wilvon memilih Program Studi Administrasi Publik karena dinilai selaras dengan bidang pekerjaannya. Selama mengikuti perkuliahan, ia mengaku memperoleh banyak ilmu pengetahuan, pengalaman, serta wawasan baru yang memperkuat kompetensinya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Dalam penyusunan tesis, Wilvon mengangkat tema Implementasi Keterwakilan Perempuan Minimal 30 Persen sebagai Calon Legislatif. Menurutnya, isu tersebut sangat relevan dengan aktivitas serta kepeduliannya terhadap peningkatan peran perempuan dalam pembangunan dan demokrasi.
Penelitian yang dilakukannya melibatkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Ketua KPU dan Ketua Bawaslu, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi kebijakan afirmasi perempuan di bidang politik.
Ia menjelaskan bahwa keterwakilan perempuan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemenuhan syarat administratif. Perempuan harus diberikan kesempatan yang nyata untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan serta menduduki posisi strategis di berbagai sektor.
Wilvon juga menyoroti semakin kuatnya regulasi yang mendukung keterwakilan perempuan, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang mempertegas mekanisme pemenuhan kuota minimal 30 persen melalui pembulatan ke atas, disertai sanksi bagi partai politik yang tidak memenuhi ketentuan tersebut.
Lebih jauh, ia berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang berani melanjutkan pendidikan tinggi, mengembangkan kapasitas diri, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pengabdian.
“Saya mengajak seluruh perempuan agar tidak ragu melanjutkan pendidikan. Saya telah merasakan sendiri suasana akademik yang nyaman, dosen yang membimbing dengan baik, serta sistem pembelajaran yang sangat mendukung mahasiswa yang telah bekerja,” tuturnya.
Wilvon menyampaikan kebanggaannya menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Bina Taruna Gorontalo. Ia berkomitmen membawa nama baik almamater serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung terwujudnya kesempatan yang setara bagi perempuan dalam pendidikan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan Wilvon Malahika menjadi bukti bahwa dedikasi dalam bekerja tidak menjadi penghalang untuk terus belajar. Justru melalui pendidikan, lahir pemimpin-pemimpin yang lebih berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa.
















