banner 728x250

Moda Kereta Api Makin Bersaing, KAI Logistik Luncurkan 2 Rangkaian KA Kontainer Baru

banner 120x600
banner 468x60

Menanggapi permintaan industri terhadap moda logistik yang andal dan berkelanjutan, KAI Logistik meluncurkan dua rangkaian kereta api peti kemas melalui pengoperasian dua perjalanan baru yakni KA Ronggo dan KA Klari 2. Kehadiran layanan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam menjawab kebutuhan distribusi barang yang semakin meningkat sekaligus mendorong efisiensi rantai pasok nasional.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyampaikan “Peningkatan volume angkutan kontainer sebesar 8% secarayear-on-year (yoy)pada 2025 menjadi indikator positif bahwa moda kereta api semakin dipercaya sebagai pilihan utama dalam mendukung kelancaran rantai pasok logistik yang aman, efisien, dan tepat waktu. Melalui penambahan layanan ini, kami optimistis dapat semakin memperkuat konektivitas distribusi sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.”

KA Ronggo melayani relasi Sungai Lagoa – Ronggowarsito pulang pergi (PP) dengan stamformasi sebanyak 25 gerbong datar (GD) dan dijalankan setiap dua hari sekali. Perjalanan ini sekaligus menjadi pengoperasian perdana KA Ronggo dari Sungai Lagoa. Sementara itu, KA Klari 2 melayani relasi Klari – Kalimas perjalanan pulang pergi (PP) dengan stamformasi 30 gerbong datar (GD) yang juga beroperasi setiap dua hari sekali. Pengoperasian kali ini menjadi perjalanan perdana KA Klari 2 dari Kalimas.

“Pengoperasian KA Ronggo dan KA Klari 2 menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan distribusi yang semakin terhubung dan kompetitif. Melalui optimalisasi angkutan barang berbasis kereta api, kami berharap dapat mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya pada koridor industri dan pelabuhan yang memiliki volume distribusi tinggi,” lanjut Yuskal.

Selain meningkatkan kapasitas distribusi barang, pengoperasian perjalanan baru ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif khususnya dalam mendukung perpindahan angkutan barang dari jalan raya ke moda kereta api yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini juga memberikan kemudahan pilihan bagi pelaku usaha dalam transisi penerapan Zero ODOL yang akan mulai berlaku pada 2027.

”KAI Logistik menilai penguatan layanan berbasis rel menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan daya saing logistik nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan industri dan perdagangan,” tutup Yuskal.

Pengoperasian dua rangkaian baru ini turut meningkatkan kapasitas angkut KAI Logistik hingga 29.700 ton per bulan sekaligus mempertegas peran moda kereta api sebagai alternatif distribusi yang lebih berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengalihan beban logistik dari jalan raya ke moda berbasis rel yang memiliki tingkat emisi lebih rendah. Sebagai bagian dari implementasi logistik hijau, KAI Logistik juga memberikan informasi jejak karbon (carbon footprint) pada invoice pelanggan, sehingga pelaku usaha dapat mengetahui estimasi emisi yang dihasilkan dari aktivitas distribusinya.

Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan layanan guna menjawab kebutuhan pelanggan serta mendukung ekosistem logistik nasional yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.

Artikel ini jugabtayang di VRITIMES