banner 728x250
News  

Pemkot Gorontalo Fokus Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan

Foto Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Winnet.id, Kota Gorontalo – Inflasi di Kota Gorontalo terus terjaga. Berdasarkan data terbaru, inflasi di Kota Gorontalo ada di angka 1,9, paling terendah jika dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Gorontalo.

Pun begitu, Wali Kota Gorontalo Marten Taha menegaskan bahwa pihaknya tetap akan fokus mengendalikan inflasi. Sebab, menurutnya, menjaga inflasi tidak naik adalah urusan wajib dari pemerintah.

banner 300x250

Marten menjelaskan, inflasi dipicu kenaikan harga bahan pokok, seperti beras, cabai, tomat, bawang dan lain sebagainya.

“Harga bahan pokok naik bisa memicu kenaikan inflasi,” kata Marten ketika diwawancarai usai kegiatan penutupan kuliah subuh yang diselenggarakan pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Gorontalo yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Ahad (3/3/2024).

Untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok ini, lanjut Marten, pihaknya menggandeng pihak-pihak terkait. Misalnya menangani kenaikan harga beras. Kata Marten, Pemerintah Kota Gorontalo bekerjasama dengan Bulog untuk mengefektifkan beras SPHP dan bantuan cadangan beras pemerintah.

“Cadangan beras yang tersedia saya sudah instruksikan untuk tidak ditahan-tahan dan harus segera didistribusikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Marten, Pemerintah Kota Gorontalo juga kerap melaksanakan operasi pasar.

Sedangkan untuk kebutuhan lain, menurut Marten, juga diberlakukan hal yang sama. Seperti, rica, bawang, tomat, juga dilakukan kerja sama dengan daerah-daerah penghasil. Dikarenakan Kota Gorontalo bukan daerah penghasil. Misalnya kerja sama dengan Kabupaten Gorut, Kota Palu, dan daerah-daerah penghasil barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Pada dasarnya dalam pengendalian inflasi, terutama menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti ini, pemerintah tetap pada kebijakan 4K, yaitu ketersediaan bahan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusinya, dan komunikasi yang efektif.

“Inflasi ini bukan kita mo turunkan, tapi dikendalikan agar tidak mempengaruhi kehidupan dari masyarakat, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Adv/Winnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *