banner 728x250

Umar Karim Reses di Desa Topopo: Fokus pada Masalah Tanggul dan Banjir

banner 120x600
banner 468x60

Winnet, Gorontalo – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai NasDem, Umar Karim, yang berlangsung pada Senin, 18 November 2024, di Desa Topopo, Kecamatan Bilato, menjadi momentum untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Dalam reses ini, sejumlah masalah krusial disampaikan warga, termasuk perbaikan tanggul yang rusak dan penanganan banjir.

Menurut Umar, meskipun reses adalah perintah undang-undang untuk menyerap aspirasi masyarakat, tidak semua aspirasi dapat langsung diwujudkan karena keterbatasan anggaran. Ia menjelaskan bahwa APBD Provinsi Gorontalo untuk tahun ini telah disahkan, sehingga aspirasi baru memerlukan waktu untuk proses lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan skala prioritas dalam menentukan program yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat.

Terkait usulan warga tentang perbaikan tanggul yang rusak, Umar menegaskan bahwa hal ini menjadi perhatian utama. Dalam diskusi dengan perwakilan Balai Sungai, ia meminta agar perbaikan segera dilakukan mengingat dampaknya terhadap rumah-rumah warga yang kerap terendam banjir.

“Oh iya itu prioritas dan itu tadi saya sudah bicara juga dengan teman-teman dari Balai Sungai, mohon perhatiannya tanggul di sini karena sudah banyak dampaknya. Rumah-rumah terendam kalau banjir, dan itu tidak terlalu banyak memakan anggaran, karena sudah ada tanggul, tapi kondisinya rusak dan itu akan diperbaiki,” ujar Umar.

Selain tanggul, warga juga mengajukan proposal terkait bantaran sungai yang kondisinya membutuhkan pembenahan. Umar menyampaikan bahwa proposal tersebut telah diterima dan diminta untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar dapat direalisasikan.

Dalam wawancara, Umar juga mengakui pentingnya reses sebagai media bertemu dengan konstituen sekaligus mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Namun, ia juga menyampaikan bahwa proses reses ini masih ia pelajari untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat diakomodasi secara efektif.

“Jujur, saya masih pelajari ini soal reses. Yang pasti reses ini momentum bagus ketemu konstituen, tapi reses juga adalah media kita mempertanggungjawabkan apa yang kita sudah lakukan 4 bulan sebelumnya,” tambahnya.

Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh sejumlah OPD pendamping, termasuk dari Dinas PUPR, Permukiman, dan KP Balai Sungai, guna mendukung proses diskusi dan penyelesaian masalah yang disampaikan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *