banner 728x250

Di Rakorev, Adhan Dambea Bahas Permasalahan Kebutuhan Warga

Adhan Dambea Pimpin Pelaksanaan Kegiatan Rakorev, Di Kegiatan Tersebut Adhan Bersama Jajarannya Prioritaskan Permasalahan Masyarakat.

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID – Pemerintah Kota Gorontalo (Pemkot), laksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) untuk penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan Kota Gorontalo, Senin, (10/3/2025) di Banthayo Lo Yiladia.

Saat diwawancarai, Adhan Dambea selaku Wali Kota Gorontalo, menjelaskan kalau Rakorev tersebut dilakukan untuk membahas masalah-masalah yang dialami oleh masyarakat Kota Gorontalo.

Secara prinsip yang dibahas dalam Rakorev kali ini ialah persoalan saluran air, penanganan sampah, dan juga termasuk masalah honor guru ngaji, serta honor imam itu yang menjadi masalah kan, tetapi saya minta juga mesti dia harus mengajar kalo cuma untuk honor tapi tidak ada santri nah itu yang menjadi persoalan lagi, Jelasnya

Terkait honorarium guru ngaji tersebut, Adhan mengungkapkan kalau hal tersebut juga telah ia koordinasikan ke pihak lurah.

Makanya saya bilang ke lurah, bahwa harus identifikasi dulu, ada mengajar atau tidak. Jangan cuma minta honor, tapi tidak mengajar. Jadi saya minta kepada para lurah untuk mendata berapa banyak guru ngaji yang masih aktif mengajar di taman pengajian, ungkap Adhan

Selain itu, ia juga mengatakan kalau persoalan kebersihan lingkungan, sarana dan prasana juga harus menjadi prioritas utama karena itu merupakan kebutuhan pokok.

Kebersihan saluran menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Gorontalo, insyaa allah juga untuk sampah sendiri kita akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaannya, insyaa allah kalau jadi yah. Kalau pun tidak jadi maka kita lanjutkan apa yang sudah kita lakukan dengan memaksimalkan tambahan 9 armada, setiap kecamatan satu mobil dan di kota gorontalo itu ada 9 kecamatan, kata Adhan

Selain itu Wali Kota Gorontalo ini pun menghimbau kepada masyarakat agar dapat mengelola sampah dengan baik secara mandiri.

Saya juga meminta agar setiap masyarakat mempunyai wadah untuk membakar sampahnya, khususnya sampah kering, dan untuk sampah sendiri agar kiranya dipilah dan sendirikan antara sampah kering dan sampah basah, pungkas Adhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *