WINNET.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan Boalemo–Pohuwato melanjutkan agenda reses masa sidang tahun 2024–2025 dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pohuwato, Selasa (24/06/2025). Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang kerja wakil bupati.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh dialog tersebut dimanfaatkan Tim Reses DPRD untuk menyampaikan berbagai hasil temuan di lapangan yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Ketua Tim Reses, Limonu Hippy, menyoroti maraknya investasi yang masuk ke wilayah Pohuwato. Ia menegaskan pentingnya seluruh investor untuk mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah daerah serta berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kami melihat banyak investor masuk, tapi perlu ditegaskan agar mereka mengikuti aturan pemerintah dan benar-benar memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Limonu Hippy.
Isu ketimpangan komposisi tenaga kerja juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 60 persen pekerja di sektor industri dan tambang di Pohuwato berasal dari luar daerah, sementara pekerja lokal hanya sekitar 40 persen. DPRD menilai komposisi tersebut idealnya dibalik demi memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.
“Idealnya, minimal 60 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal. Jangan sampai masyarakat kita hanya jadi penonton di rumah sendiri,” tambah Limonu.
Selain itu, persoalan krisis air bersih di sejumlah wilayah terdampak tambang juga mencuat dalam dialog. Aktivitas pertambangan dinilai turut memengaruhi kualitas air dan berdampak pada kehidupan serta kesehatan warga.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti berbagai masukan tersebut. Ia mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk DPRD kabupaten, untuk membahas peraturan daerah yang mengatur ketenagakerjaan dan investasi.
“Masukan dari DPRD provinsi akan kami tindak lanjuti bersama Forkopimda. Untuk isu ketenagakerjaan, akan kami bawa ke DPRD kabupaten agar menjadi perhatian bersama,” terang Iwan.
“Terkait air bersih, saat ini memang sedang kami tangani. Namun curah hujan yang tinggi turut memengaruhi kualitas air dari hulu,” tambahnya.
Dalam agenda reses ini, turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo La Ode Haimudin yang juga bertindak sebagai koordinator tim, bersama anggota DPRD lainnya: Wahyu Moridu, I Wayan Sudiarta, Anas Yusuf, Mikson Yapanto, dan Sapia Tuna.
La Ode Haimudin berharap sinergi antara DPRD provinsi, pemerintah kabupaten, serta pemerintah provinsi terus terjalin kuat, terutama dalam mengawal berbagai kebijakan pembangunan dan pengalokasian anggaran dari pusat demi kesejahteraan masyarakat Pohuwato.
“Kolaborasi dan koordinasi lintas lembaga sangat penting, agar kebijakan dan anggaran yang digelontorkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegas La Ode.
Kunjungan ini menjadi salah satu upaya DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, serta memastikan pembangunan di daerah berjalan adil dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

















