banner 728x250

Fraksi PKS Klarifikasi Kembalinya Mustafa Yasin: Tanggung Jawab, Bukan Penghindaran

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Gorontalo akhirnya angkat bicara terkait kepulangan anggota mereka, Mustafa Yasin, yang sempat menjadi sorotan publik karena urusan pribadi di luar negeri.

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Gorontalo, Manaf Abidin Hamzah, menyebut kehadiran Mustafa Yasin dalam rapat paripurna pada Senin (4/8/2025) merupakan bentuk tanggung jawab, bukan penghindaran.

“Hari ini beliau hadir dan mengikuti rapat paripurna. Begitu tiba di Gorontalo, saya yang pertama kali dihubungi. Saya sampaikan, silakan konferensi pers dan sampaikan semuanya secara terbuka, jangan ada yang ditutupi,” kata Manaf.

Ia menjelaskan bahwa Mustafa Yasin telah mengirimkan surat pribadi kepada Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, berisi permohonan untuk diproses sesuai mekanisme etik yang berlaku.

“Evaluasi internal dari partai juga akan berjalan secara paralel,” tegasnya.

Fraksi PKS, lanjut Manaf, telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pimpinan DPRD bahwa Mustafa Yasin telah kembali dan akan melaksanakan tugas-tugas kedewanan sebagaimana mestinya.

“Kami menegaskan, PKS bukan tempat berlindung bagi pelanggaran etik dan hukum. Setiap kader diwajibkan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai nilai kejujuran dan keadilan,” ujar Manaf.

Fraksi PKS juga mengajak media dan masyarakat untuk mengawal proses ini secara objektif dan profesional, mengingat besarnya atensi publik terhadap kasus ini.

“Kami percaya bahwa transparansi dan ketegasan sikap adalah bagian dari etika berpolitik yang sehat, dan kami akan terus menjaga komitmen ini,” imbuhnya.

Menutup pernyataan, Manaf menyampaikan terima kasih atas perhatian publik serta permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, baik kepada masyarakat Gorontalo, DPRD, maupun kader dan simpatisan PKS.

“Saudara Mustafa Yasin juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Gorontalo, jamaah, partai, dan lembaga DPRD atas polemik yang terjadi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *