banner 728x250

Hamid Kuna Sambut Baik Upaya Harmonisasi ‘Salam Pancasila’ di Gorontalo

banner 120x600
banner 468x60

Apresiasi Tinggi dari DPRD Terhadap Upaya BPIP Dalam Rangka Meningkatkan Pemahaman Pancasila di Gorontalo.


WINNET.ID, IAIN Sultan Amai Gorontalo Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sukses menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi dengan tema “Menyongsong Pemilu Damai, Demokratis, dan Berintegritas Berdasarkan Pancasila“, di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo pada Rabu (13/12/23).

Partisipasi yang luar biasa terlihat dari hadirnya sekitar 1.000 peserta, melibatkan beragam lembaga pendidikan mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, serta sejumlah dosen juga tampak turut memeriahkan acara ini.

Dalam rangkaian sosialisasi tersebut, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, secara cermat menjelaskan filosofi “Salam Pancasila,” yang saat ini secara intensif  dikampanyekan oleh BPIP.

Menurutnya, “Salam Pancasila” bukan hanya semata-mata salam kebangsaan yang diadopsi dari “Salam Merdeka,” yang diprakarsai oleh Bung Karno, tetapi juga sebuah komitmen keselamatan bagi setiap lawan bicara, tanpa memandang suku, agama, atau golongan, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Salam Pancasila tidak bertentangan dengan agama, termasuk Islam. Dan sikap antipati terhadap salam ini sebenarnya mencerminkan sikap anti terhadap ideologi Pancasila,” tegas Yudian.

Salam Pancasila

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo, Hamid Kuna, yang turut hadir dalam seminar, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman Pancasila, khususnya di kalangan generasi Z atau milenial, dan berharap agar nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh mahasiswa.

Hamid juga mengucapkan terima kasih kepada BPIP atas penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila di Gorontalo, berharap provinsi tersebut dapat melahirkan Sumber Daya Manusia yang memiliki karakter Pancasila.

“Tentang polemik sebelumnya terkait perbedaan pandangan tentang “salam Pancasila”, semoga sosiasasi ini dapat menjawab dan menyelesaikan masalah tersebut,” jelas Hamid.

“Lagi pula, sebagaimana dijelaskan, salam Pancasila diperuntukkan bagi seluruh warga NKRI, dan tidak menggantikan salam agama apapun, termasuk Islam,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *