Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ini merupakan bagian akhir dari serangkaian program Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Participatory Action Research (KKN-PAR) Universitas Nahdatul Ulama Gorontalo (UNUGo) di Desa Pancuran.
Meskipun terbatasnya anggaran, kolaborasi erat dengan Karang Taruna Desa memungkinkan mahasiswa KKN-PAR UNUGo untuk melaksanakan program akhir ini dengan semangat dan kebersamaan.
Pukul 8 pagi, Kepala Desa Pancuran, Abdul Karim Hipi S.H., secara resmi membuka upacara pembukaan Porseni di lapangan Desa, yang terletak di Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.

Abdul Karim Hipi dalam sambutannya, menyampaikan, bahwa kerjasama yang baik antara Mahasiswa dan Karang Taruna menjadi dukungan utama bagi kelancaran pelaksanaan program ini.
“Ini adalah contoh nyata sinergi generasi muda kita yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi kerjasama yang baik antara Karang Taruna dan mahasiswa,” ucap Abdul karim Hipi.
Senam pagi bersama membuka Porseni Desa Pancuran, dihadiri bukan hanya oleh warga desa, melainkan juga oleh sejumlah pejabat desa, termasuk ketua dan anggota Badan Pengawas Desa (BPD) serta perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
“Senam pagi tidak hanya formalitas untuk melengkapi pembukaan, tetapi juga menjadi dorongan semangat, agar peserta lomba dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sportifitas tinggi,” ujar Abdul Karim.
Porseni Desa Pancuran menampilkan berbagai kegiatan olahraga seperti sepak takraw, sepak bola, dan lari marathon. Sementara itu, di bidang seni, ada pertunjukan busana muslim, vocalia, dan tarian TikTok.
Selain merangkum aspek olahraga dan seni, Porseni ini juga memeriahkan acara dengan melibatkan berbagai kegiatan tangkas seperti motor lambat, goyang kardus, oper sarung, balap karung, dan masih banyak lagi.
“Keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri, memperkaya pengalaman masyarakat desa Pancuran dalam mengikuti lomba dan kegiatan,” kata salah satu mahasiswa KKN-PAR, Susilawati Mokoagow.
Kunci keberhasilan Porseni Desa ini tak lain adalah partisipasi aktif masyarakat. Dukungan penuh dari warga desa, Badan Pengawas Desa (BPD), dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menjadikan acara ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan dalam bingkai kegiatan positif.
Karang Taruna Desa Pancuran, sebagai mitra mahasiswa, juga turut berperan dalam keberhasilan kegiatan ini. Mereka tidak hanya memberikan dukungan moral dan logistik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa.
“Kolaborasi ini menciptakan suasana positif yang mendorong semangat berkreasi dan berkarya bagi kami (mahasiswa),” tambah Syla, sapaan akrab Sususiwati Mokoagow.
Abdul Karim, sebagai kepala desa, berharap Porseni ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi antara warga desa dan mahasiswa KKN-PAR UNUGo di akhir masa bakti mereka.
“Oleh karena itu, diharapkan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh Karang Taruna, agar acara ini dapat berlangsung lancar dan menjadi tonggak berharga dalam menginspirasi kegiatan-kegiatan serupa ke depan,” tutup Kepala Desa dalam sambutannya. (003)

















