Menu

Mode Gelap

Advetorial WITA

Reses Hari Ke 5, Wasito Somawiyono Terima Keluhan Warga Soal Pertanian


					Reses Hari Ke 5, Wasito Somawiyono Terima Keluhan Warga Soal Pertanian Perbesar

Silahkan di Share Yach

 Winnet.id – Pelaksanaan kegiatan reses oleh anggota DPRD Dapil Gorontalo B Wasito Somawiyono, menerima keluhan warga mengenai pertanian terutama tanaman padi di Desa Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto. Senin (14/2/2022).

Dalam reses kali ini Wasito Sumawiyono selaku anggota fraksi partai Golkar menanggapi permasalahan yang disampaikan masyarakat yaitu beras yang diimpor dari luar Gorontalo mempunyai kualitas yang lebih baik sehingga menyebabkan beras dari petani lokal sendiri tidak bisa bersaing di pasaran.

Wasito mengatakan bahwa, solusi untuk menangani masalah ini yaitu dengan menguatkan daya saing petani mulai dari meningkatkan produktivitas dan kualitas dari masing-masing petani.

“Jalan satu-satunya adalah meningkatkan daya saing petani dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas. Dimulai dari cara bertani yang baik sehingga menghasilkan produktivitas yang baik dan pada saat pasca panen, diolah dengan proses pasca panen yang baik,” ujar Wasito.

Reses Hari Ke 5, Wasito Somawiyono Tanggapi Keluhan Warga Soal Pertanian

Reses Hari Ke 5, Wasito Somawiyono Tanggapi Keluhan Warga Soal Pertanian

Selain itu Wasito juga menjelaskan bahwa, hasil panen yang memiliki kualitas baik bisa didapatkan dengan cara pengolahan gabah hasil panen di gilingan padi yang modern. Gilingan padi yang dimiliki oleh petani saat ini masih menggunakan teknologi lama sehingga menyebabkan hasil panen tidak memuaskan.

“Jadi gilingan yang ada di Gorontalo sendiri adalah gilingan-gilingan tua kemudian gilingan-gilingan satu pass. Yang jelas beras kita kalah oleh beras-beras yang diolah di beberapa tempat seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Dan hari ini kita akui kita masih kalah. Tapi hari ini upaya-upaya dari pemerintah Provinsi sudah berhasil dengan memprogramkan gilingan padi modern dan sosialisasi kepada petani untuk merubah tata kelola pasca panen agar lebih baik,’’ ujar Wasito.

Ia juga menyebutkan bahwa petani harus merubah sistem kerja yang dimana pengolahan padi secara mandiri harus diubah menjadi sistem jual beli gabah. Agar petani bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan juga membuat proses pengolahan padi menjadi beras bisa lebih baik karena diolah dengan cara lebih modern karena proses pengolahan sudah menggunakan satu manajemen yang tidak menggunakan sistem satu-satu orang petani.

“Kita berharap agar petani bisa menggunakan sistem jual beli gabah. Agar petani bisa mendapatkan harga yang kompetitif dan juga membuat pengolahan padi bisa diolah dengan cara yang lebih modern,” ujar Wasito.

Wasito juga mengatakan Gubernur Gorontalo juga sudah meresmikan gilingan padi modern yang berada di dekat Desa Sidodadi agar petani bisa menghasilkan kualitas beras yang lebih baik dan juga kualitas yang premium.

“Kebetulan pak Gubernur sudah menyediakan gilingan padi modern salah satunya di Desa Banurejo yang sudah diresmikan. Dengan hadirnya gilingan moderen itu tentu beras kita akan menjadi kualitas bagus dan premium. Dengan kualitas premium pasti daya saing kita akan lebih tinggi dan harga pasti akan lebih baik,” ujar Wasito.

 

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Komisi 1 DPRD Pantau Kondisi Kamtibmas Pasca Pemilu 2024, Fikram: Tidak Ada Peristiwa Krusial!

21 Februari 2024 - 11:00 WITA

Paris RA Jusuf Tekankan Pentingnya Konsistensi dan Efisiensi dalam RKPD Gorontalo Tahun 2025

20 Februari 2024 - 17:36 WITA

Komisi 4 DPRD Warning Peredaran Skincare Ilegal di Gorontalo!

20 Februari 2024 - 14:28 WITA

Ada Ketidaksetaraan dalam Pemilihan Usaha yang Didukung Pemerintah: ini Penjelasan dari Ketua Komisi II

20 Februari 2024 - 07:00 WITA

Pokir Anggota DPRD Gorontalo Telah Paripurnakan! Tinggal Proses Penyelarasan Bersama TAPD

20 Februari 2024 - 07:00 WITA

DPRD Gorontalo Sahkan Ranperda RT/RW: Bangun Tata Ruang Berkelanjutan dan Pangan Mandiri

19 Februari 2024 - 19:18 WITA

Trending di DPRD Provinsi Gorontalo