banner 728x250

Provisi Gorontalo Terima Hibah Alat Pendeteksi Bencana dan Menjadi Pusat Logistik BNPB Wilayah Sulawesi dan Maluku Utara

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID, Provinsi Gorontalo Pemerintah Provinsi Gorontalo bersiap menyambut rencana ambisius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang berencana membangun Gudang Pusat Peralatan dan Logistik di Gorontalo. Gudang ini diproyeksikan akan menjadi pusat pelayanan BNPB untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.

Pemerintah Provinsi Gorontalo baru-baru ini mendapat tawaran yang besar dari BNPB Pusat senilai Rp 500 miliar, untuk membangun Gudang Pusat Peralatan dan Logistik penanggulangan bencana alam, yang akan melayani wilayah Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara. Persyaratan utama yang harus dipatuhi untuk memperoleh proyek besar ini, pemerintah cukup menyediakan lahan untuk proyek pembangunan.

Dalam wawancara, Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, Hamid Kuna, menyebutkan bahwa proyek ini setidaknya memerlukan lahan seluas 5 hingga 7 hektar.

“Dari hasil survey, pemerintah daerah telah memutuskan bahwa lokasi pembangunannya berada di wilayah Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo.” Ungkap Hamid, saat ditemui usai melakukan rapat koordinasi bersama BPBD, di ruang komisi 4, kantor DPRD Provinsi Gorontalo. (16/10)

Baca juga: Proyek Kanal Tanggidaa Ikuti Jejak Proyek Jl. Panjaitan: Berpotensi Putus Kontrak dan Bermasalah Hukum

Selain pembangunan gudang logistik, BNPB juga berencana memberikan bantuan hibah berupa alat canggih pendeteksi bencana senilai Rp 25 miliar kepada BNPB Gorontalo. Syarat yang sama pun berlaku dalam hibah ini. Pemerintah hanya diminta  menyediakan tempat untuk mengakomodasi alat tersebut.

Logistik BNPB

“Alatnya sudah siap. Tinggal bangunannya yang mereka butuhkan. Ukurannya kurang lebih 18 X 20. Untuk lahannya itu sudah ada, letaknya dibelakang kantor BPBD. Tinggal bangunannya yang kita pikirkan.” ujar Politisi Hanura itu.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Kasar: Iuran Ditanggung Negara

“Tinggal anggarannya yang kita pikirkan. Adapun besaran anggaran pembangunan, dikisar senilai Rp. 3 rupiah.” sambung Hamid.

Namun demikian, Hamid meminta pihak pemerintah, khususnya BPBD, untuk memastikan ketersediaan alat tersebut. Dirinya beralasan, jangan sampai Ketika pembangunan yang diminta selesai, alat tersebut ternyata tidak tersedia.

Oleh sebab itu, kata Hamid, pihaknya (Komisi 4) bersama pemerintah daerah, akan bersama-sama mengawal kedua rencana besar ini. Mereka berencana mengunjungi kantor BNPB Pusat, guna memastikan bahwa dua rencana tersebut tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan saja.

Dengan pembangunan Gudang Pusat Peralatan dan Logistik serta pemberian alat canggih pendeteksi bencana, Provinsi Gorontalo akan menjadi pusat logistik BNPB untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana dan respons cepat dalam situasi darurat bencana alam di kawasan gorontalo. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *