WINNET.ID, Provinsi Gorontalo – Kunjungan evaluasi oleh Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo terkait program Gorontalo Digital (Godigi) membuka jendela ke kompleksitas dan tantangan pengembangan teknologi ‘satu data‘ ditingkat desa.
Program Godigi berakar pada konsep Desa Digital, yang awalnya diterapkan di 22 desa di Kabupaten-Kota di Provinsi Gorontalo. Dan tahun ini, ekspansi mencapai 44 desa, setelah bertambahnya 22 desa ditahun 2023. Ini mencerminkan ambisi untuk menyentuh setiap lapisan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
“Meskipun perlu diapresiasi, perkembangan ini masih berjalan di bawah ekspektasi.” buka Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo, AW. Thalib, dalam wawancara usai pertemuan.
Diakui AW. Thalib, pertumbuhan program Godigi terkendala oleh beberapa faktor, termasuk ketergantungan pada Indihome untuk jaringan WiFi.
“Selain itu, minimnya pendanaan dari pemerintah provinsi dan kabupaten kota menjadi hambatan serius,” jelas AW. Thalib
“Demikian pula kendala SDM yang masih multitasking turut menjadi tantangan. Satu orang harus menangani berbagai tugas dalam program ini, membuat Godigi minim implikasi, bahkan hampir jalan ditempat.” sambungnya.
Baca juga: Ketua PJS Gorontalo Desak Polda Usut Penggalangan Yang Tak Berizin
Dalam pengelolaan program semacam ini, seharusnya, kata AW. Thalib, penting untuk memiliki spesialis yang dapat menangani aplikasi khusus dengan fokus dan keahlian tertentu. Oleh karena itu memerlukan investasi dalam pengembangan SDM yang memadai untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan program.
“Di tingkat desa, kendala semakin rumit. Satu orang di desa harus menangani berbagai aspek program, meskipun aplikasi ini memerlukan penanganan yang lebih intensif.” ujar Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
“Demikian pula Infrastruktur dan jaringan di desa yang sudah disiapkan harus didukung oleh asistensi dan pendampingan yang lebih lanjut dari Kominfo.” tegasnya, lagi.

Asistensi dan pendampingan lebih lanjut akan menjadi kunci dalam mengatasi kendala teknis dan operasional. Menciptakan tim yang terfokus pada setiap desa, dengan dukungan dari Command Center, akan memastikan bahwa setiap langkah program Godigi berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Diduga Cemarkan Nama Baik, Pemilik Akun Facebook Indi Angge Dipolisikan Wartawan
Dalam menghadapi kendala yang muncul respons cepat dari pihak Kominfo, kata AW. Thalib, menjadi bagian yang sangat penting. Respons cepat bukan hanya sekadar menanggapi masalah, tetapi juga menjadi modal untuk mencapai tujuan Godigi.
“Setiap langkah kecil dalam menangani kendala membawa program lebih dekat menuju visi Desa Digital yang inklusif menuju satu data Indonesia.” pungkas AW. Thalib.
“Melalui Desa Digital, informasi yang terkumpul dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan masyarakat, membuka peluang untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran.” tambah dia.
Meskipun optimisme komisi 1 tetap tinggi terkait program Godigi ini, tantangan pembiayaan menjadi kenyataan pahit yang tidak bisa diabaikan. Apalagi fokus pemerintah pada Pemilu dan Pemilukada tahun 2024, membuat program ini harus bersaing keras untuk mendapatkan alokasi anggaran yang memadai.
Walaupun terdapat penurunan anggaran, AW. Thalib berharap ini tidak akan menghilangkan semangat kominfo untuk mengembangkan program Godigi. Optimisme harus tetap menjadi pendorong utama, harap AW Thalib.
Baca juga: Ancaman Golput Mengintai Pemilu 2024: Begini Respon Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo
“Nanti, persoalan ini akan kita akan evaluasi di perubahan anggaran tahun depan. Apabila memungkinkan, akan kita tambah anggaran program ini agar terus berkelanjutan,” tegasnya, menambahkan.
Kunjungan ke kantor Kominfo tidak hanya untuk memberikan semangat kepada Kominfo, tetapi juga untuk menyampaikan optimisme Komisi 1 terhadap Program Godigi ini.
Meskipun pembiayaan masih menjadi tantangan dibandingkan dengan rencana sebelumnya, kehadiran Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo diharapkan menjadi motivasi positif keberlangsungan program Godigi di Provinsi Gorontalo. (003)

















