banner 728x250
Daerah  

Jama’ah Masjid Al-Yakin Gelar Lebaran Ketupat

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID – Lebaran Ketupat bagi sebagian orang dimaknai sebagai hari raya untuk orang yang menjalankan puasa syawal.

Semarak Lebaran bagi umat Muslim tak hanya sebatas merayakan Hari Raya Idulfitri saja.

Sepekan setelah Hari Raya Idulfitri, sebagian besar Muslim di Gorontalo biasanya menggelar perayaan lagi yang dinamakan Lebaran Ketupat.

Tradisi ini memang tidak tercantum dalam Al Quran, pun begitu tidak dirayakan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Walau demikian, Lebaran Ketupat ini tetap digelar oleh sebagian besar umat Muslim .

Demikian Pula jama’ah masjid Al yakin kelurahan moodu menggelar lebaran Ketupat (senin 9/5/2022)
ketua Badan Ta’mirul Masjid Al-yakin H.Husain Muharam mengatakan masyarakat Muslim biasanya menghidangkan ketupat dalam perayaan ini. Ketupat merupakan makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur).

Lebaran Ketupat bagi sebagian orang dimaknai sebagai hari raya untuk orang yang menjalankan puasa di bulan Syawal. Perayaan ini dianggap harus dilakukan sebagai bentuk apresiasi bagi umat Muslim yang menjalankan puasa Syawal setelah sebelumnya berpuasa selama satu bulan saat Ramadan.

Di sisi lain, secara filosofis Lebaran Ketupat dimaknai sebagai penebusan dosa. Hal ini tercermin dari bentuk anyaman ketupat yang polanya cukup rumit dan digambarkan sebagai dosa dan kesalahan manusia yang harus ditebus. Penebusan dosa ini dilakukan melalui silaturahmi dan saling memaafkan antar manusia.

“Ketika antar sesama saling mengikhlaskan diri dari segala dendam dan kedengkian, ketika taubat benar-benar diteguhkan dalam hati, maka hati kembali suci dan fitrah sebagaimana tergambar pada warna putih ketupat jika dibelah dua,” kata. Husain muharam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *