banner 728x250

Pemkot Gorontalo Resmi Angkat Kaki dari BSG, Aset Dialihkan ke BTN dan Infrastruktur

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo resmi menghentikan kerja sama dengan Bank Sulut-Gorontalo (BSG). Setelah memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Tabungan Negara (BTN) serta menarik aset berupa lahan yang ditempati Kantor BSG Cabang Gorontalo, kini Pemkot memastikan akan menarik penyertaan modal senilai sekitar Rp 35 miliar dari bank tersebut.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan keputusan itu merupakan tindak lanjut hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSG di Manado. RUPS yang dipimpin Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, mencoret perwakilan Gorontalo dari jajaran komisaris dan direksi, lalu menggantinya dengan orang dekat. Bahkan, Komisaris Utama yang baru, Ramoy Markus Luntungan, diketahui merupakan ketua tim sukses Selvanus pada Pilgub Sulut 2024.

“Kita akan tarik penyertaan modal yang ada di BSG, sekitar Rp 35 miliar. Kepala Badan Keuangan segera buat suratnya,” tegas Adhan saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia, Selasa (23/9) malam.

Dari data laman resmi BSG, Pemkot Gorontalo tercatat sebagai pesaham ke-6 dari 25 pemegang saham dengan porsi 2,70 persen atau setara Rp 34,02 miliar. Saham terbesar dikuasai Pemprov Sulut (35,88 persen), PT Mega Corpora (24,82 persen), dan Pemprov Gorontalo (5,79 persen).

Adhan menjelaskan, dana hasil penarikan modal akan dialokasikan untuk pembangunan Kantor Wali Kota Gorontalo di kawasan Jalan Prof. J.A. Katili, eks Terminal 42 Andalas. Rencana itu, kata dia, sudah tercantum dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kota Gorontalo.

“Dana itu lebih bermanfaat untuk daerah. Membangun kantor wali kota di Andalas sudah masuk dalam RPJPD saya, dan ini salah satu cara merealisasikannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Adhan juga menyindir rival politiknya di Pilkada 2024 lalu yang sempat meragukan komitmennya membangun kantor wali kota dengan keterbatasan keuangan daerah.

“Saat itu saya bilang, pasti ada caranya sekalipun anggaran defisit. Dan inilah mungkin jalannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *