banner 728x250
News  

Ridwan Monoarfa Imbau Antisipasi Dampak Kenaikan Tarif Ekspor AS: Dorong Diversifikasi Pasar untuk Lindungi Ekonomi Gorontalo

banner 120x600
banner 468x60

Gorontalo, 21 April 2025 – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengimbau pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah terkoordinasi dalam mengantisipasi dampak kenaikan tarif ekspor Amerika Serikat terhadap perekonomian nasional, khususnya sektor ekspor unggulan Gorontalo.

Pernyataan ini disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (21/04). Ridwan menekankan bahwa lonjakan tarif ekspor dapat memicu peningkatan harga produk di pasar internasional, yang berujung pada menurunnya permintaan dan membahayakan pelaku usaha lokal.

“Jika tarif ekspor dinaikkan, maka harga produk kita akan melonjak di pasar internasional. Ini bisa menyebabkan penurunan permintaan, dan efek dominonya bisa sangat merugikan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Ridwan juga mengingatkan bahwa penurunan permintaan ekspor bisa berdampak serius pada produktivitas industri daerah dan berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi tenaga kerja lokal.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo tahun 2024, nilai total ekspor Gorontalo sepanjang Januari hingga September mencapai 47 juta dolar AS, atau sekitar Rp752 miliar dengan kurs Rp16.000 per dolar AS. Komoditas utama yang diekspor antara lain produk turunan kayu, ikan tuna, dan santan beku—yang semuanya berisiko terdampak oleh perubahan tarif dari negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat.

Dorongan Diversifikasi Pasar Ekspor

Untuk menghadapi tantangan ini, Ridwan mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha. Ia menyarankan pembukaan pasar ekspor baru di kawasan Eropa dan Asia sebagai strategi diversifikasi tujuan ekspor.

“Ini bukan persoalan sektoral, semua pihak harus duduk bersama. Kita perlu membuka pasar alternatif agar produk Gorontalo tetap kompetitif,” tegas Ridwan.

DPRD Provinsi Gorontalo, menurutnya, akan segera mengundang para pelaku usaha untuk merumuskan strategi bersama, dengan fokus pada tiga langkah utama:

  1. Pembukaan pasar ekspor alternatif di luar Amerika Serikat.

  2. Upaya diplomasi dan negosiasi tarif bersama pemerintah pusat.

  3. Penguatan koordinasi lintas sektor antara stakeholder daerah dan nasional.

Kolaborasi dengan Tokoh Nasional

Selain itu, Ridwan juga mendorong keterlibatan tokoh nasional untuk memperkuat akses pasar baru bagi produk Gorontalo. Ia menilai Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem, Rachmat Gobel, dapat memainkan peran penting sebagai penghubung antara pelaku usaha Gorontalo dengan jaringan pasar nasional dan internasional.

“Pak Rachmat bisa jadi kunci membuka peluang ekspor baru. Kita perlu pertemukan beliau dengan pengusaha di Jakarta untuk membahas langkah ke depan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Ridwan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi semua pihak untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah serta menjamin keberlangsungan lapangan kerja di Provinsi Gorontalo.

“Kita harus tetap optimis, namun harus siap dengan segala kemungkinan. Kolaborasi menjadi kunci agar ekonomi Gorontalo tetap tumbuh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *