banner 728x250

Sekretaris Tim Reses Dapil VI, Limonu Hippy, Bahas Tantangan dan Harapan Terkait Investasi di Pohuwato

banner 120x600
banner 468x60

Winnet, Pohuwato, Kamis (14/11/2024) – Sekretaris Tim Reses Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, Limonu Hippy, memulai rangkaian kegiatan reses di Pohuwato dengan kunjungan kerja ke Pemerintah Daerah Pohuwato. Kunjungan ini menjadi awal dari agenda reses yang terjadwal berlangsung hingga Jumat depan. Selain sebagai sarana silaturahmi dengan Pemda setempat, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk mengumpulkan berbagai aspirasi dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Limonu Hippy menjelaskan bahwa tujuan utama dari reses kali ini tidak hanya untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, tetapi juga untuk mendengarkan langsung isu-isu yang dihadapi oleh pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan investasi.

“Kita hadir di sini untuk meng-input harapan dan masalah dari Pemda, karena banyak hal yang dihadapi pemerintah daerah yang perlu perhatian baik dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujar Limonu.

Salah satu isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah terkait dampak investasi yang masuk ke Pohuwato. Limonu menekankan pentingnya agar investasi yang ada tidak hanya memberi keuntungan bagi pihak investor, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

“Keberadaan investor di daerah ini harus dapat memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal, bukan hanya mengejar keuntungan semata,” tambah Limonu.

Limonu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kenyataan bahwa banyak perusahaan yang berinvestasi di daerah ini justru menggunakan armada dengan plat nomor luar daerah. Hal ini berdampak pada rendahnya kontribusi pajak kendaraan daerah yang seharusnya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita akan dorong agar perusahaan-perusahaan ini dapat memberdayakan masyarakat lokal, termasuk dalam hal penyediaan kendaraan operasional melalui perusahaan-perusahaan lokal. Dengan demikian, pajak kendaraan dapat langsung masuk ke kas daerah,” tegasnya.

Selain masalah kendaraan, Limonu juga mencatat adanya kekhawatiran tentang investasi di sektor Wood Pellet yang disebut-sebut belum memberikan kontribusi signifikan terhadap daerah.

“Besok kita akan memastikan status dan kontribusi dari sektor ini untuk bisa memberikan solusi yang tepat,” jelas Limonu.

Mengenai pengelolaan aset daerah, Limonu menyebutkan pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan, seperti dermaga Taman Wisata Lalape yang dibangun oleh BJA.

“Kita tidak alergi terhadap investor, tetapi kita berharap mereka dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat dan sumber pendapatan daerah agar kedepannya semua pihak dapat hidup harmonis,” imbuh Limonu.

Melalui reses ini, Limonu berharap bisa menemukan solusi terbaik untuk masalah-masalah yang ada, terutama dalam memastikan bahwa investasi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, Limonu yakin bahwa ke depan, akan tercipta keseimbangan antara kepentingan investor dan masyarakat.

“Harapan kita ke depan, semoga apa yang kita perjuangkan dalam reses ini bisa terwujud, dan masyarakat serta daerah dapat merasakan manfaat nyata dari berbagai investasi yang ada,” tutup Limonu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *