WINNET.ID, Provinsi Gorontalo – Sebagai salah satu pusat peradaban islam di indonesia, pembangunan Islamic Center di Gorontalo hingga kini masih terus digaungkan, termasuk dari anggota komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo.
Dalam wawancara, Adnan mengungkapkan harapannya agar Islamic Center di gorontalo dapat benar-benar terealisasi. Terlebih memperhatikan partisipasi dan dukungan publik terhadap pembangunan Islamic Center ini.
Adnan Entengo memandang pembangunan Islamic Center sebagai keharusan. Baginya, Provinsi Gorontalo, dengan klaim sebagai serambi madinah, sepatutnya memiliki pusat berkumpulnya kegiata-kegiatan keislaman seperti Islamic Center, untuk penguatan peradaban agama islam di Gorontalo.
“Ini kan bagian dari siar Islam, yah. Apalagi daerah kita dengan klaim serambi Madinah, serta memiliki falsafah: ‘adat bersendikat syariat, syariat bersendikan Kitabullah’, saya rasa pembangunan Islamic Center ini adalah keharusan,” kata Adnan, menjelaskan.
Baca juga: Hari Disabilitas Internasional: Ini Harapan Adnan Entengo
Meski hingga kini pembangunan Islamic Center di Gorontalo belum kunjung tersealisasi, Adnan Entengo menegaskan bahwa prosesnya akan terus berlanjut.
“Kami komisi 4 terus memberikan dukungan terhadap Yayasan yang saat ini terus berupaya merealisasikan ini, termasuk upaya-upaya menghadirkan lokasi di Kabupaten Gorontalo,” ungkap dia.

Desa Lupoyo, di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, telah dipilih sebagai lokasi pembangunan Islamic Center ini. Lokasi ini adalah lokasi kedua. Sebelumnya, direncanakan, Islamic Center ini akan dibangun di Kelurahaan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
“Namun karena karena beberapa pertimbangan, termasuk didalamnya kendala amdal, lokasi ini kemudian dipindah, dan ditetapkan di Kabupaten Gorontalo,” tambahnya.
Adnan tidak menutup mata terhadap tantangan yang mungkin dihadapi dalam perjalanan menuju pembangunan Islamic Center Gorontalo.
Baca juga: Tragedi Kemanusiaan Menelan Korban Jiwa: Puskesmas Telaga Dikecam Komisi 4
Meskipun telah ada dukungan kuat dari berbagai pihak, Adnan mengaku belum mendapat informasi terkait nominal anggaran yang dibutuhkan. Ini menjadi salah satu ketidakpastian yang perlu diatasi agar proyek dapat berjalan lancar.
“Terkait anggaran, kami di DPRD belum mendapatkan data detail secara pasti. Hanya saja, sebagaimana diketahui, saat ini dana yang ad aitu baru dana partisipasi public yang terkumpul berjumlah 3 miliar,” jelas Politisi PKS ini.
“untuk sumber dana lain, baik APBD maupun APBN, nanti kita cek lagi. Yang anggaran waktu masih di lokasi kemarin di Moodu, itu sudah direfokusing untuk menanggulangan covid 19 kemarin,” sambungnya.
Selain dukungan dari masyarakat, proyek ini dipastikan Adnan, akan terus mendapatkan dukungan penuh dari DPRD, terutama komisi 4 .Tanpa dukungan ini, pencapaian impian memiliki Islamic Center yang megah dan mewakili nilai-nilai luhur Provinsi Gorontalo, akan sulit terwujud. (003)

















