WINNET.ID Gorontalo – Taman Budaya Limboto menjadi saksi gelaran besar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Gorontalo yang ke XI. Acara yang digelar di Kabupaten Gorontalo ini mengundang partisipasi dari 293 peserta serta didampingi oleh 120 official/pendamping dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Dalam rentang lima hari, mulai dari tanggal 5 hingga 9 Mei 2024, Taman Budaya Limboto menjadi tempat berkumpulnya para Qori dan Qori’ah se-provinsi Gorontalo dalam mengukir prestasi di bidang seni keagamaan di MTQ XI.
Baca juga: MTQ Tingkat Provinsi, Adnan Entengo: Jangan Hanya Seremonial Saja!
MTQ XI Tingkat Provinsi Gorontalo 2024 mempertandingkan 10 cabang dari 24 golongan yang ada. Cabang-cabang tersebut antara lain Seni Baca Al-Quran, Qiraat Al-Quran, Hafalan Al-Quran, Tafsir Al-Quran, Fahm Al-Quran, Syarh Al-Quran, Seni Kaligrafi Al-Quran, Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, Eksebisi Seni Kaligrafi Al-Quran, dan Baca Al Quran Wunu-wunungo.
“Setiap peserta diharapkan dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dalam membaca, memahami, dan meresapi isi Al-Quran, serta menampilkan keindahan lain dari kitab suci Al-Qur’an, termasuk seni kaligrafi,” ujar Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo. (05/05/24)

Kehadiran Anggota Komisi 4, Adnan Entengo, mewakili pimpinan DPRD dalam seremoni pembukaan, memberikan semangat tersendiri bagi seluruh peserta dan panitia pelaksana.
Adnan juga menyambut positif kegiatan ini dengan penuh antusiasme. Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam memelihara dan memperkokoh semangat keagamaan di tengah masyarakat Gorontalo.
Baca juga: Komisi 4 DPRD Warning Peredaran Skincare Ilegal di Gorontalo!
“Saya berharap bahwa MTQ bukan hanya sekadar ajang lomba atau seremoni belaka, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan dan pengamalan terhadap ajaran suci Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
“Melalui MTQ XI Tingkat Provinsi Gorontalo 2024, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh. Semangat keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membentuk karakter dan moralitas yang baik bagi generasi mendatang,” tambahnya, menutup wawancara.


















