banner 728x250

Djoni Dalanggo Berkomitmen Menggunakan Dana Pribadinya Untuk Memberikan Insentif Kepada Guru TPA di Desa Duhiadaa

banner 120x600
banner 468x60

WINNET.ID POHUWATO – Pernyataan dan tindakan yang diambil oleh Djoni Dalanggo, anggota Dewan Provinsi (Deprov) Gorontalo, di Desa Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan pendidikan keagamaan, terutama di tingkat Taman Pengajian Anak (TPA). Dengan menawarkan insentif bagi para guru pengaji dan siap memberikan dana pribadi untuk membiayai insentif tersebut, Djoni Dalanggo tidak hanya menunjukkan empati, tetapi juga tindakan nyata dalam mendukung pendidikan agama bagi anak-anak di desa tersebut.

” Jadi ini akan dilakukan secara bertahap, semoga apa yang telah kita rencanakan sesuai komitmen kita bersama, mulai dari satu TPA hingga bergenerasi seterusnya,” ungkapnya.

Berikut adalah beberapa poin penting dari pernyataan tersebut:

Penggunaan Dana Pribadi: Djoni Dalanggo berkomitmen menggunakan dana pribadinya untuk memberikan insentif kepada guru TPA di Desa Duhiadaa, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan agama anak-anak di wilayah tersebut.

Peningkatan Akses Pendidikan Agama: Dengan syarat bahwa semua anak di desa tersebut wajib mengikuti pengajian, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi anak-anak dalam kegiatan keagamaan, sehingga mereka dapat mendapatkan pendidikan agama yang lebih baik.

Respons Positif dari Masyarakat: Masyarakat setempat, seperti yang diungkapkan oleh Dedi, merasa bangga dan terharu dengan sikap Djoni Dalanggo. Mereka merasa bahwa beban biaya pengajian yang sebelumnya memberatkan, kini dapat diringankan, berkat kebijakan yang diambil oleh anggota dewan ini.

Bantuan untuk Guru TPA: Para pengajar TPA di Desa Duhiadaa sebelumnya mengandalkan pembayaran dari orang tua murid. Namun, dengan kondisi ekonomi yang terbatas, seringkali ada keluarga yang kesulitan untuk membayar biaya pengajian. Dengan adanya dana insentif ini, diharapkan para guru TPA dapat lebih termotivasi dan tetap dapat mengajar tanpa terbebani oleh masalah finansial.

Langkah ini merupakan contoh bagaimana seorang pejabat publik bisa berperan aktif dalam mendukung sektor pendidikan, terutama pendidikan agama, yang merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter anak-anak. Ini juga menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap pendidikan keagamaan tidak hanya datang dari pemerintah melalui anggaran resmi, tetapi juga bisa datang dari komitmen pribadi seorang anggota dewan yang ingin memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *