Winnet, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, I Wayan Sudiarta, SE, M.Si, menggelar reses di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada pukul 15.00 WITA. Dalam kegiatan ini, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan dan ekonomi di desa tersebut.
Beragam usulan prioritas muncul dari masyarakat Desa Huwongo. Mereka mengajukan permintaan untuk pengadaan fasilitas jamban, motor cool box, serta sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan rukun duka. Bantuan untuk majelis ta’lim juga menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat desa, seiring dengan permintaan dukungan bagi UMKM lokal yang bergerak di bidang kerajinan kerawang dan kopiah karanji.
Selain itu, masyarakat desa berharap pemerintah dapat membantu pembangunan masjid, menyediakan program beasiswa S1, serta mendukung pengadaan rumah layak huni untuk keluarga yang masih hidup dalam kondisi kurang mampu. Aspirasi tersebut menunjukkan kebutuhan nyata masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan dan penguatan infrastruktur dasar di desa mereka.

Dalam reses ini, I Wayan Sudiarta menegaskan perlunya pembaruan data masyarakat miskin di desa. Menurutnya, akurasi data sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran. Hal ini dianggap krusial agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan manfaat secara langsung dari program bantuan pemerintah.
Para petani jagung di Desa Huwongo turut menyampaikan keluhan terkait ketidakstabilan harga jagung. Biaya produksi yang tinggi sering kali tidak sebanding dengan hasil yang mereka peroleh, terutama ketika harga jagung anjlok.
Masyarakat berharap pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dapat bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang mendukung stabilitas harga jagung. Harapan tersebut menjadi perhatian serius, mengingat jagung adalah salah satu komoditas utama di wilayah tersebut.
Reses ini menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Huwongo untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mereka kepada wakil rakyat. Aspirasi yang diterima diharapkan dapat menjadi landasan bagi program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

















